Mencari Ridho Dan Hidayah Allah SWT dengan penuh semangat Bismillaahirrahmaanirrahiim

Rabu, 18 Februari 2015

Kesemutan

Kesemutan (pins)



Hampir semua orang mungkin pernah merasakan sensasi bagaimana rasanya kesemutan. Tapi taukah anda Mengapa sering kesemutan? Apakah penyebab kesemutan?

Istilah kesemutan hanya ada di Indonesia, Malaysia, dan Brunei; sementara dalam bahasa Inggris istilahnya adalah pins and needles.  Diberi istilah demikian karena memang rasanya seperti ditusuk ratusan jarum atau seperti digigit ratusan semut. Kesemutan disebut parestesia dalam istilah medis, rasanya tentu saja adalah sensasi spontan yang tidak wajar pada anggota tubuh tertentu. Arti dari kesemutan menurut bahasa Indonesia adalah: ke.se.mut.an
Adjektiva (kata sifat) berasa senyar (geranyam) pada anggota badan, seperti digigit semut, terutama kaki dan tangan (karena lama duduk tanpa bergerak-gerak atau tertekan terlalu lama dan sebagainya) : karena terlalu lama bersimpuh, kakiku menjadi kesemutan.
Parestesia atau kesemutan adalah terminologi untuk suatu gejala dan bukan diagnosis penyakit. Itu sebabnya gejala parestesia bisa dijumpai pada berbagai penyakit yang mengenai saraf, terutama saraf di bagian perifer.

Penyebab tangan sering kesemutan adalah karena aliran darah yang tidak lancar atau sarafnya lemah. Kesemutan paling sering dirasakan di tangan, lengan atau kaki. Pembesaran otot-otot yang melewati terowongan (tunnel) pergelangan tangan ini menekan saraf-saraf tepi di telapak tangan. Munculah kesemutan atau gringgingen, kata orang Jawa.

Fakta Tentang Kesemutan
  • Semua orang pernah mengalaminya.
  • Kesemutan bukan merupakan suatu kedaruratan medis, tapi dapat menjadi tanda dari suatu kondisi medis yang berbahaya.
  • Dapat terjadi di seluruh permukaan tubuh manusia yang memiliki syaraf.
  • Biasanya terjadi untuk waktu singkat, tapi dapat juga bertahan hingga berhari-hari.
  • Perempuan lebih sering mengeluh kesemutan di kaki karena sering memakai sepatu yang sempit atau hak tinggi.
  • Makin tua, kasus kesemutan akan semakin sering dirasakan, karena biasanya timbul kondisi-kondisi yang dapat menstimulasi terjadinya kesemutan.

Akibat Rangsang Listrik

Gangguan pada saraf tepi yang menyebabkan munculnya kesemutan ini istilah medisnya adalah neuropati. Ada ratusan jenis neuropati. Pembedaannya bisa berdasar tipe gangguan, sebab gangguan, tipe saraf, atau berdasar pola gangguan yang terjadi pada saraf tepi.

Neuropati bisa juga dibedakan berdasar gejala kesemutan itu berlangsung. Kalau kesemutan berlangsung hanya pada satu tempat, disebut mononeuropati. Bila berlangsung di beberapa tempat, polineuropati namanya. Dan bila gejala kesemutan terjadi di tempat yang sama pada tubuh kita, baik kiri maupun kanan, disebut simetrik neuropati.

Menurut Dr. Wendra Ali, Sp.S, Spesialis Saraf dari Bagian Neurologi FKUI / RSCM, kesemutan adalah gejala yang muncul akibat adanya gangguan pada sistem saraf sensorik. Gangguan itu timbul akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh.

Kesemutan dimulai dari rangsangan berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, suhu panas atau dingin. Rangsangan ini diterima reseptor saraf pada kulit. Lalu dikirim ke saraf tepi, masuk dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang.

Di bagian ini, rangsangan diteruskan ke otak di bagian thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris di otak). Dari sini stimulus dikirimkan ke kulit otak (cerebral cortex). Pada saat itulah yang dirasakan tadi disadari oleh si individu. Kalau ada gangguan dalam jalur sensori baku tadi, timbullah kesemutan.

Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Gangguan akibat saraf kejepit atau terjebak ini biasanya cukup diatasi dengan mengibas-kibaskan atau menggoyang tangan, kaki dan kesemutan akan hilang. “Bisa jadi langkah itu tidak efektif lagi karena kondisinya sudah agak parah. Biasanya tanda-tandanya adalah tangan sudah mulai baal,” ujar Wendra.

Kesemutan akibat saraf terjebak entah itu otot atau jaringan lain ini ada beberapa jenis. Tergantung dari saraf yang terganggu. Kalau saraf yang terjebak adalah saraf nervus medianus, maka terjadi sindrom yang disebut kanalis karpi (carpal tunnel syndrome) . Kalau saraf yang terjebak adalah nervus ulnaris yang dialami Toni, disebut sindrom ulnaris (ulnar entrapment syndrome).

Menurut Dr. Wendra, biasanya kondisi ini disebabkan oleh adalah aktivitas yang berlebihan. Misalnya pada penebang pohon, para penulis entah itu ketik atau tulis tangan, atlet angkat berat, atau pekerja-pekerja yang aktivitasnya dominan menggunakan pergelangan tangan.

Beberapa sindrom ini akan menjadi gangguan bila didiamkan cukup lama, 1-2 tahun. Pada tahap ini jepitan sudah menggangu aliran darah ke tangan. Akibatnya otot-otot kekurangan makanan sehingga mengecil. Lalu yang terjadi, tenaga otot pada tangan berkurang. Mungkin ibu jari atau jari lain jadi lemas.

Tentu saja, butuh operasi untuk membebaskan terowongan terjepit tersebut. Walau operasi kecil, karena saraf, pasien harus dibius. Hanya saja, setelah operasi butuh waktu lama untuk memulihkan tangan. Butuh latihan untuk membesarkan otot-otot.

Gejala Serius
 
Kesemutan akan punya cerita lain bila disertai gejala-gejala lain. Misalnya kejang-kejang, muntah-muntah, sakit kepala, gangguan penglihatan, pendengaran atau gabungan keduanya. “Kesemutan bisa jadi gejala yang amat penting,” jelas Dr. Yusuf Misbach, ketua Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.

Dr. Yusuf Misbach menyebutkan, kesemutan bisa muncul akibat seseorang menderita beberapa penyakit. Pada penderita diabetes mellitus, kesemutan merupakan gejala adanya kerusakan pada pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini biasanya dapat diobati dengan kontrol ketat kadar gula darah dan obat-obat seperti gabapentin, maupun vitamin B1 dan B12.

Gejala kesemutan juga dapat menjadi tanda adanya stroke ringan. Biasanya disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah di otak yang menyebabkan kerusakan saraf setempat. Selain kesemutan, gejala lain yang muncul adalah, rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur. Gejala-gejala ini biasanya berlangsung beberapa menit saja dan kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi pada waktu tidur atau baru bangun tidur. Kondisi harus ditangani secara serius karena dapat berkembang menjadi stroke berat.

Pada pasien jantung, kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, namun dapat juga timbul karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Misalnya pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel. Kemudian bekuan darah itu terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi embolic cerebral.

Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Dan bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan juga disertai kelumpuhan.

Ada juga kesemutan yang didahului dengan flu berat. Kesemutan akan menghebat mulai dari ujung jari menjalar sampai pusar. Mulai dari rasa tebal, sampai kemudian penderita kesulitan berjalan. Kalau demikian halnya, berarti sumsum tulang belakang sedang kena radang. “Ini akibat serangan virus. Biasanya cytomegalovirus," ujar Dr. Yusuf Misbach.

Infeksi tulang belakang ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan myelitis (radang sumsum tulang belakang). Penyakit ini dapat disembuhkan total, tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.

Rematik juga bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel semisal sendi pergelangan tangan berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematiknya sembuh.

Dr. Wendra Ali menambahkan, gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit yang disebut spasmophilia (tetani). Spasmophilia adalah penyakit yang timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang. Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondiosida dalam paru-paru. Gejala lain yang sering dijumpai adalah kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, rasa takut, lemah lesu, sakit kepala sebelah atau migrain, hilang kesadaran.

Guillain-Barre Syndrome adalah penyakit yang sedang banyak berkembang di sejumlah negara. Penyakit ini tidak sama dengan penyakit Gangguan Pernapasan Akut Parah (GPAP). Gejala ditandai dengan demam tinggi, batuk-batuk, dan sesak napas. Ketika tidak cepat ditangani, kondisi pasien cepat memburuk hingga terjadi Pneumonia.
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditemukan oleh Guillian Barre. Biasanya, penderita merasakan kesemutan di sekujur tubuh. Khususnya ujung jari-jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi. Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital tubuh. Akibatnya penderita merasa sesak napas dan lumpuh seluruh tubuhnya. Untuk menghindarinya, daya tahan tubuh agar dijaga supaya virus tidak mudah masuk.

Tanda Awal
Kesemutan sebagai bagian dari gejala penyakit sebenarnya adalah tahap paling awal dari proses kehilangan rasa. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah terlampaui, gejala meningkat pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya mengalami anaesthesia (hilang rasa sama sekali).

“Karena itu, kalau ada gejala kesemutan tanpa disertai penyebab jelas misalnya tertindih, sekaligus disertai gejala lain, segeralah periksakan diri ke dokter saraf,”ujar Dr. Wendra. Menurutnya, kesemutan adalah tanda awal yang mesti segera direspon. Semakin cepat respon, semakin baik karena pemulihannya dipastikan akan semakin mudah dan cepat.

Keterlambatan penanganan tentu bisa menyebabkan kondisi semakin parah. Biasanya ditandai dengan kondisi baal dan hilang rasa. Kesemutan akan hilang, bila kasus yang diderita ditangani lebih dahulu

Maka menghadapi pasien kesemutan, dokter selalu akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal, apakah ada gejala lain. Mungkin terjadi kejang-kejang, kelumpuhan, muntah-muntah, atau pusing kepala.Ssemua itu dicari untuk menentukan sebab kesemutan. Barangkali pada saraf tepi, otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.

Dan tentu saja penanganannya tergantung kasus yang menyebabkannya. Bila penyebabnya karena penyakit tertentu. Biasanya yang dibereskan penyakit itu dulu. Untuk kasus sederhana misalnya karena saraf terjepit atau akibat trauma, selain obat seperti kortikosteroid, dokter biasanya memberi vitamin B kompleks dan B12. “Dan tentu saja aktivitas penyebab terjepitnya saraf harus dihentikan sama sekali,” ungkap Dr. Wendra.

Buat yang tidak punya "bakat" kesemutan atau mengidap penyakit tertentu yang salah satu gejalanya kesemutan, ada kiat sederhana yang ditawarkan Dr. Yusuf Misbach. Bila ingin terhindar dari kesemutan; hindari posisi tubuh yang tidak enak, seperti nonton TV sambil tiduran atau menulis di lantai sambil tengkurap atau nungging. Bila duduk menulis, duduklah di kursi dengan pantat merapat ke belakang dan punggung lurus menempel pada sandaran. Dengan sendirinya, pilihlah kursi yang ergonomik.

Mereka yang terlalu sensitif sehingga gampang kesemutan pun dapat mengurangi kecenderungannya dengan berolah raga secara kontinyu, sambil tetap menjaga sikap tubuh yang baik, mempertahankan pola makan sehat, dan menghindari stres. Ternyata kesemutan pun tidak menghindarkan kita dari resep klasik. Ingin terhindari dari kesemutan, jauhi penyakit dengan hidup sehat @

Penyebab Lain Kesemutan
 
Selain akibat terjepit atau adanya penyakit serius, gejala kesemutan bisa terjadi karena hal-hal lain. Menurut Dr. Wendra Ali, Sp.S, kesemutan bisa jadi akibat;

* Keracunan, entah itu berupa logam berat atau bahan kimia tertentu. Neuropati karena keracunan jarang ditemui. Timah atau logam berat lain semisal merkuri akan menghambat kegiatan enzim dalam oksidasi glukosa. Akibatnya, neuropati muncul.

*Keracunan timah menyebabkan neuropati motorik, khususnya mempengaruhi nervus radialis (gambar C6), medianus (gambar C7) dan poplitea lateralis. Sebagai gejala, tangan dan kaki akan terkulai.

*Penggunaan obat tertentu juga bisa meracuni tubuh yang gejalanya berupa kesemutan. Dalam hal ini Konsumsi INH (obat TBC) atau furadatin (obat infeksi), bisa jadi contoh. Bahkan kelebihan Vit B6 juga bisa menyebabkan keracunan.

* Autoimun. Muncul biasanya akibat sistem kekebalan tubuh kita menyerang balik tubuh kita sendiri. Biasanya terjadi bila ada infeksi semisal pada kasus HIV, Ensepalitis (radang otak), kusta,

* Kekurangan Vitamin B1, B6, B12. Kekurangan beberapa vitamin ini bisa menimbulkan neuropati selain anemia, kelumpuhan, juga demensia. Vitamin B merupakan salah satu unsur yang diperlukan untuk penghantaran rangsang listrik pada syaraf. Selain kesemutan, gejala lain seperti kejang-kejang, rasa nyeri pada betis bisa terjadi, kekurangan vitamin B juga bisa disebabkan oleh kebiasaan minum alcohol terlalu sering dalam takaran banyak. Padahal alkohol merusak metabolisme vitamin B. dalamhal ini neuropati terjadi karena fungsi saraf terganggu.

Beberapa Sindrom Saraf Kejepit
Berikut ini kelompok penyebab munculnya kesemutan akibat trauma (karena saraf terjepit otot, tertimbun cairan tertentu dalam tubuh, atau terjepit benda lain di luar tubuh yang mempengaruhi otot dan saraf). Juga akibat aktivitas tanpa henti entah pada tangan atau kaki, juga bagian tubuh lain.

Sindrom Kanalis Karpal (Carpal Tunnel Syndrome)
Terjadi karena adanya penekanan saraf sensorik di terowongan pergelangan tangan (karpal). Saraf nervus medianus atau saraf tengah (gambar C7)masuk telapak tangan antara tendon fleksor dan retinakulum fleksor. Rongga kecil ini adalah kanalis karpal (carpal tunnel). Penyempitan oleh lemak atau cairan di sekelilingnya menekan saraf nervus medianus. Munculah kesemutan. Bisa terjadi akibat komplikasi kehamilan, obesitas, rematik.

Gejala-gejala meliputi nyeri pada tangan yang kadang menyebar ke lengan atas. Nyeri makin berat di malam hari. Gejala menjadi parah oleh kerja manual yang berat seperti mencuci, menggosok. Penyelesaiannya bisa dengan operasi atau disuntik obat untuk memperlebar terowongan. Bisa juga hanya dengan fisioterapi bila gejala ringan.

Sindrom Kanalis Tarsal (Tarsal Tunnel Syndrome)
Sindrom ini masih bersaudara dengan sindrom kanalis karpal. Gejala dan kejadiannya sama, hanya saja mengenai jari-jari kaki. Umumnya diderita kaum lelaki. Terapinya pun sederhana, bila tidak ada penciutan otot. Hanya dengan mengistirahatkan kaki dan tidak boleh terlalu banyak beraktivitas. Kalau ada penciutan otot, Tentu harus dioperasi.

Sindrom Ulnaris (Sindrom Saraf Tulang Hasta)
Saraf ulnaris atau saraf tulang hasta (gambar C8) biasanya terjepit di daerah siku. Neuropati ini bisa jadi akibat efek lanjut semisal dislokasi akibat tulang lengan atas mengalami kerusakan. Akibatnya, tidak hanya saraf sensorik, saraf motorik juga kena. Kelemahan tangan bisa juga muncul.

Gejala dapat dihilangkan dengan pembedahan saraf ke bagian siku. Saraf ulnaris juga dapat terganggu bila ada tekanan terlalu lama di telapak tangan. Ini biasanya terjadi pada pekerja manual atau akibat tekanan tongkat yang berat di telapak tangan.

Sindrom Sabtu Malam (Saturday Night Palsy )
Muncul akibat tekanan kepala pacar dan tekanan kursi yang mengenai pundak dan tangan saat malam mingguan. Gejala yang muncul antara lain, jari-jari sulit digerakkan, kesemutan di ujung jari, di balik kuku. Biasanya pada ibu jari dan telunjuk. Pergelangan tangan masih ditekuk dan tangan masih bisa untuk meninju.

Bila gejalanya ringan, biasanya dalam waktu seperempat jam bisa pulih lagi. Kalau sudah sampai hilang rasa dalam waktu berjam-jam, segeralah periksakan diri ke ahli saraf.

Simdrom Kanalis Radial (Radial Tunnel Symptoms)
Terjadi karena saraf radial yang masuk ke teromongan di antara otot lengan bawah tertekan otot. Umumnya disebabkan karena kontraksi lengan bawah yang terlalu kuat, misalnya untuk mengayun sesuatu. Karena itu, para petenis sering mengalami hal ini.

Gejalanya ; rasa nyeri di bagian punggung lengan bawah persis di bawah siku. Kadang-kadang nyeri terasa juga di bagian pergelangan tangan. Biasanya gejala kesemutan atau baal nyaris tidak ada. Jari-jari kemungkinan besar tidak bisa dibuka. Dokter biasanya akan menyarankan untuk menghentikan aktivitas tangan.

Sindrom Kanal Cubitalis (Cubital Tunnel Syndrome)
Kesemutan atau baal biasanya terjadi di jari manis. Atau terjadi di wilayah saraf ulnaris. Gejalanya seperti sindrom ulnaris. Baal biasanya terjadi tidak hanya pada satu tangan. Mulai ketika mengangkat telpon, menekan siku ke meja atau menekuk siku. Kadang-kadang muncul nyeri di bagian dalam siku atau pergelangan tangan.

Kasus seperti ini menurut Dr. Wendra jarang ditemui. Biasanya muncul akibat tulang siku yang terbentur tanpa sengaja berkali-kali dan kita diamkan saja. Beberapa minggu sesudahnya muncul gejala kesemutan.

Kalau sudah baal, biasanya harus dibedah atau kadang-kadang hanya dengan obat saja bisa sembuh.

Hernia Susunan Saraf Pusat (Hernia Nukleus Pulposus)
Dibedakan menjadi dua. Hernia pada saraf lumbar atau jalinan pinggang (gambar L1,2,3,4,5) dan hernia pada bagian cervic atau leher (gambar C1,2,3,4).. Gejalanya, kesemutan di bagian jari-jari tangan bila yang terjepit saraf leher. Mulai dari pundak menyebar ke lengan, dan jari tangan. Bila nyeri dan kesemutan mulai terasa di paha, betis lalu ke jari kaki itu akibat adanya jepitan di saraf pinggang. Kedua gejala ini biasa disebut radikulopati (radix = akar) karena terjadi akibat akar saraf di susunan saraf pusat terganggu.

Beberapa gangguan ini bisa diatasi hanya dengan menghindari penyebab terjepitnya saraf. Namun bila sudah mencapai baal dalam waktu lama, dokter akan memberikan obat. Bahkan juga bisa jadi operasi dilakukan. Beberapa ahli seperti ahli bedah saraf, bedah ortopedi, atau ahli terapis fisik biasanya akan dirujuk oleh para ahli saraf.

Proses Terjadinya Kesemutan

Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh oleh berbagai macam sebab. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama sehingga syaraf dan aliran darah terganggu.. Pada orang sensitif, tidur miring terlalu lama saja dapat menyebabkan kesemutan. Juga duduk dengan siku ditekuk.
Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku. Stimulus berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit, yang lalu dikirimkan ke saraf tepi, lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Di sini stimulus diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris). Dari sini stimulus dikirimkan ke kulit otak (cerebral cortex). Baru pada saat inilah apa yang dirasakan tadi disadari oleh si individu. Kalau ada gangguan dalam jalur sensori baku tadi, timbulah kesemutan.

Penyebab kesemutan

Kesemutan merupakan sebuah gejala gangguan pada fungsi saraf atau aliran darah sehingga terjadi perubahan sensasi yang dirasakan seseorang. Gangguan fungsi saraf bisa disebabkan banyak macam. Bisa disebabkan saraf terganggu. Hal tersebut karena ada kerusakan. Ada pula karena gangguan aliran darah yang menimbulkan pemberian makanan di saraf terhambat dan menyebabkan sensasi kesemutan. Penyebabnya beda-beda. Bisa karena hanya tangan kita tertekuk lama atau tertindih sehingga menghambat aliran darah dan menjadi kesemutan. Ada juga yang dikarenakan infeksi bagian dalam saraf atau  bisa pula berupa penjepitan saraf.
Kesemutan bisa merupakan gejala penyakit serius, tetapi bisa juga hanya akibat sampingan. Orang yang terlalu banyak berbaring atau kurang gerak, entah karena sakit, lemah, atau obesitas, bisa juga menderita kesemutan akibat bagian-bagian tertentu tubuhnya terus-menerus tertekan. Bahkan penciutan otot bisa juga terjadi. Kasus yang dinamakan neuropathy tekanan ini sering dijumpai pada pasien TBC kronik dan stroke yang lumpuh sebelah dan kurang mendapat perawatan fisioterapi. Istilah neuropati sendiri berkaitan dengan segala macam penyakit, radang atau kerusakan yang menimpa saraf tepi.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami kesemutan. Besar kemungkinan kesemutan anak ini akibat kekurangan vitamin. Biasanya ini diderita anak-anak yang agak besar. Kesemutan pada anak-anak jarang terjadi, karena jaringan sarafnya masih fleksibel dan anak-anak biasanya lebih aktif bergerak.
Kesemutan juga dapat timbul, karena efek sampingan obat, misalnya bila mengkonsumsi INH (obat TBC) atau furadatin (obat infeksi). Di samping itu, kesemutan juga dapat disebabkan oleh faktor imunologi. Poly neuroradiculopathy mengenai akar-akar saraf yang masuk atau meninggalkan tulang belakang dan terjadi karena ada zat-zat tertentu di dalam tubuh yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh.
Ada orang-orang yang memang relatif gampang mengalami kesemutan. Bisa karena ia pada dasarnya sensitif. Namun bisa juga hanya karena ia terlampau kurus, sehingga sarafnya bertonjolan. Para penggemar minuman keras pun ada yang akrab dengan kesemutan, bila takaran alkohol yang merasuki tubuhnya sudah terlalu banyak. Karena alkohol merusak metabolisme vitamin B. Pada saat yang bersangkutan kekurangan vitamin B1, timbulah neuropati. Tentu saja, karena vitamin ini salah satu unsur yang diperlukan untuk penghantaran rangsang listrik pada saraf. Dalam hal ini neuropati terjadi bukan karena tekanan, tetapi karena fungsi saraf terganggu. 

Kesemutan yang sebentar

Biasa terjadi karena posisi tubuh, tungkai, kaki, lengan, atau tangan sedemikian rupa sehingga terjadi penekanan pada daerah tertentu.  Kesemutan akan hilang bila posisi tubuh diperbaiki. Dapat juga terjadi kesemutan di sekitar bibir saat hiperventilasi, yang akan hilang bila nafas kembali normal.

Kesemutan yang lama
  1. Terjadi pada kasus jepitan syaraf pada ruas tulang punggung karena masalah pada tulang punggung. Kesemutan akan terasa distal dari jepitan. Misal jepitan di daerah leher, maka kesemutan dapat terjadi di leher, bahu, lengan tangan sampai dengan jari.
  2. Sciatica. Tungkai dan kaki dipersyarafi oleh syaraf sciatica yang keluar dari ruas tulang punggung. Bila terjadi jepitan akan menyebabkan kesemutan dari pantat, paha, sampai ke ujung jari kaki.
  3. Carpal tunnel syndrome. Jepitan syaraf pada terowongan carpal di pergelangan tangan. Kesemutan dapat terjadi dari pergelangan tangan hingga ke ujung jari.
  4. Kencing Manis. DM dapat merusak pembuluh darah kapiler yang mensuplai darah ke syaraf pada jari tangan atau kaki. Maka kesemutan dapat terjadi pada jari-jari tersebut yang disebut dengan peripheral neuropathy.
  5. Penyakit syaraf. Termasuk di dalamnya stroke, multiple sclerosis, dan tumor otak. Kondisi ini dapat merusak syaraf dan menimbulkan kesemutan.
  6. Pengaruh obat-obatan. Termasuk di dalamnya obat-obat chemotherapy, antiretroviral (obat HIV) dan metronidazole.
  7. Trauma. Bila trauma menyebabkan kerusakan pada ujung syaraf, maka akan dirasakan kesemutan di daerah yang terkena.
  8. Neuritis. Peradangan yang terjadi pada syaraf yang biasanya disebabkan oleh konsumsi alkohol, zat-zat berbahaya dalam asap rokok, infeksi oleh virus atau bakteri, dan anemia defisiensi vitamin B12.

Cara Menghindari Kesemutan

Langkah pertama yang perlu dilakukan agar terhindar dari kesemutan adalah memperbaiki aliran darah. Dengan aliran darah yang lancar dan baik, kesemutan bisa dicegah.Kemudian, memperbaiki fungsi saraf. Bila langkah itu dilakukan,kesemutan kemungkinan dapat dicegah. Bagi mereka yang tidak punya mengidap penyakit tertentu yang salah satu gejalanya kesemutan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kesemutan, yaitu hindari posisi tubuh yang tidak enak, seperti nonton TV sambil tiduran atau menulis di lantai sambil tengkurap atau nungging. Bila duduk menulis, duduklah di kursi dengan pantat merapat ke belakang dan punggung lurus menempel pada sandaran. Dengan sendirinya, pilihlah kursi yang ergonomik.
Namun mereka yang terlalu sensitif sehingga gampang kesemutan pun dapat mengurangi kecenderungannya dengan berolah raga secara kontinyu, sambil tetap menjaga sikap tubuh yang baik, mempertahankan pola makan sehat, dan menghindari stres. Ternyata dalam hal kesemutan pun kita tidak terhindar dari resep klasik yang telah diajarkan ayah ibu dan kakek-nenek kita. Ingin jauh dari kesemutan, jauhilah penyakit dengan melakukan hal-hal yang menyehatkan. 

Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Kesemutan.
Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun perlu diwaspadai jika ada gejala lain di luar kesemutan. Kesemutan bisa disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, kelumpuhan atau lainnya. Kalau ada tumor di otak selain gejala kesemutan atau tebal tadi, ada juga sakit kepala, muntah-muntah, dan kelumpuhan kecil.
Kesemutan sebagai bagian dari gejala penyakit sebenarnya tahap paling awal dari suatu proses kehilangan rasa. Kalau tahap paraesthesia sudah terlampaui, pasien meningkat pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya mengalami anaesthesia (hilang rasa sama sekali).
Bila kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan, atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering, atau bila kesemutan menjadi rasa kebal, kesemutan jenis ini merupakan gejala penyakit serius. Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:
1.Radang sumsum tulang belakang (myelitis) 
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV). Bila terjadi infeksi di tulang belakang, bisa dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan.  Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan myelitis (radang sumsum tulang belakang). Tergantung pada kerusakannya, penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
  
2.Diabetes mellitus atau kencing manis 
Bagi penderita diabetes, keluhan kesemutan tidak berdiri sendiri. Itu merupakan keluhan minor dan bukan keluhan utama dari penyakit gula (diabetes). Kesemutan merupakan gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.  Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan keluhan-keluhan tersebut menjadi semacam pertanda. Tidak sedikit kasus ditemukan pasien diabetes diketahui dari gejala kesemutan semacam ini atau mengalami luka borok di kaki yang tidak kunjung sembuh. Ternyata diketahui dia mengalami sakit gula. Untuk membedakan kesemutan biasa dengan kesemutan penyakit gula dapat diketahui dari adanya keluhan lain. Keluhan lainnya itu seperti ingin pipis terus, sering merasa haus, berat badan turun, padahal susah banyak makan atau keluhan lain seperti gatal-gatal dan pandangan mata kabur. Terlebih, bila ada riwayat keluarga yang menderita gula, ada kemungkinan besar kesemutannya dikarenakan penyakit gula.
Neuropati diabetes pengobatannya membutuhkan waktu 6 bulan - 1 tahun. Timbulnya neuropati pada penderita diabetes tidak tergantung pada kadar gula darah, tetapi pada lamanya si penderita mengidap diabetes. Semakin lama "jam terbang"-nya sebagai penderita diabetes, semakin tinggi kemungkinan "semut-semut" itu muncul. Jadi bisa saja seorang penderita merasakan kesemutan meskipun diabetesnya sendiri terkontrol dengan baik. Yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas (seperti kecabean), kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

3. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
  Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. Atau disebabkan adanya pembengkakan saraf yang melewati terowongan karpal di pergelangan tangan. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 - 2 tahun. Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot. Gejala akan lebih terasa pada malam hari, atau saat seseorang berada dalam ruang ber-AC. Gangguan ini kerap mendera individu yang sering menggunakan pergelangan tangan dalam jangka waktu lama, seperti; memegang mouse komputer. Penyakit ini dapat disembuhkan bila cepat ditangani.

 4. Jantung 
Pada pasien jantung, kesemutan tak cuma muncul akibat neuropati tekanan, namun dapat juga timbul karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si pasien menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, sehingga terjadi embolic cerebral. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan juga disertai kelumpuhan. Pada penderita stroke yang terjadi juga mirip. Bila yang terserang sistem motorik, ia lumpuh. Namun, bila yang terserang sistem sensorik, yang ia rasakan hanya kesemutan atau baal sebelah. Namanya sensoric stroke.

5.Rematik 
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan dapat timbulpada pagi hari. Namun, di siang hari gejala-gejala itu hilang. Gejala kesemutan karena rematik hilang sendiri bila rematiknya sembuh.

Pencegahan Kesemutan
  1. Bila terjadi karena suatu kondisi medis dan penyakit, maka jalankanlah segala sesuatu sesuai anjuran dokter.
  2. Bila Anda sering terkena kesemutan, dan sudah dipastikan tidak ada penyakit khusus yang menyebabkannya, cobalah untuk rajin melakukan senam seperti yoga atau Pilates.
  3. Kurangi resiko masalah tulang punggung dengan menghindari mengangkat beban berat melebihi kebiasaan Anda dan perbaiki postur tubuh Anda saat duduk.
  4. Hindari gerakan-gerakan berulang.
  5. Beristirahatlah bila Anda sudah merasa lelah.
  6. Hindari konsumsi alkohol.
  7. Berhenti merokok dan jauhi asap rokok orang lain.
  8. Sempurnakan diet Anda agar tidak terjadi defisiensi vitamin B12 atau minum suplemen vitamin secara rutin.
    Umumnya kesemutan akan mereda jika bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan. Namun bila kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan, atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas; atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering; atau bila kesemutan menjadi rasa kebal, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Kesemutan jenis ini merupakan gejala penyakit serius. Dokter akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Bisa jadi pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli, jika anda khawatir karena sering mengalami kesemutan yang tidak wajar.

Selasa, 17 Februari 2015

Sistem Saraf Pada Manusia

Sistem saraf pada manusia, salah satunya adalah otak sebagai bagian dari sistem saraf, mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling berhubung dan fital untuk perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan. Unis terkecil dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel glia.

Fungsi sistem saraf
  • Sebagai penerima informasi dalam bentuk stimulasi
  • Memproses informasi yang diterima
  • Memberi respon/reaksi terhadap stimulasi. 
Rasa nikmat dan lezat dari setiap makanan yang dirasakan dipengaruhi oleh adanya rangsangan pada lidah. Ungkapan rasa sakit seperti mengucapkan kata “aduh” juga terkait rangsangan pada bagian tertentu tubuh kita. Oleh karena itu, rangsangan (stimulus) diartikan sebagai segala sesuatu yang menyebabkan perubahan pada tubuh atau bagian tubuh tertentu. Sedangkan alat tubuh yang menerima rangsa ng an tersebut dinamakan indra (reseptor). Adanya reseptor, memungkinkan rangsangan dihantarkan menuju sistem saraf pusat. Di dalam saraf pusat, rangsangan akan diolah untuk dikirim kembali menuju efektor, seperti otot dan tulang oleh suatu sel saraf sehingga terjadi tanggapan (respons).
Sementara itu, rangsangan yang menuju tubuh dapat berasal dari bau, rasa (seperti pahit, manis, asam, dan asin), sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, dan gaya berat. Rangsang an semacam ini akan diterima oleh indra penerima yang disebut reseptor luar (eksteroseptor).
Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh misalnya rasa lapar, kenyang, nyeri, maupun kelelahan akan diterima oleh indra yang dinamakan reseptor dalam (interoseptor). Tentu semua rangsangan ini dapat kita rasakan karena pada tubuh kita terdapat sel-sel reseptor.

Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang disebut sel saraf (neuron). Setiap neuron tersusun atas badan sel, dendrit, dan akson (neurit).

Badan sel merupakan bagian sel saraf yang mengandung nukleus (inti sel) dan tersusun pula sitoplasma yang bergranuler dengan warna kelabu. Di dalamnya juga terdapat membran sel, nukleolus (anak inti sel), dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma tersebut memiliki struktur berkelompok yang disebut badan Nissl.

Pada badan sel terdapat bagian yang berupa serabut de ngan penjuluran pendek. Bagian ini disebut dendrit. Dendrit memiliki struktur yang bercabang-cabang (seperti pohon) dengan berbagai bentuk dan ukuran. Fungsi dendrit adalah menerima impuls (rangsang) yang datang dari reseptor. Kemudian impuls tersebut dibawa menuju ke badan sel saraf. Selain itu, pada badan sel juga terdapat penjuluran panjang dan kebanyakan tidak bercabang. Namanya adalah akson atau neurit. Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor, seperti otot dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya bisa mencapai 1 hingga 2 meter.
Supaya informasi atau impuls yang dibawa tidak bocor (sebagaiisolator), akson dilindungi oleh selubung lemak yang kemilau. Kita bisa menyebutnya selubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel-sel Schwan. Selubung mielin tersebut dihasilkan oleh selsel pendukung yang disebut oligodendrosit. Sementara itu, pada akson terdapat bagian yang tidak terlindungi oleh selubung mielin. Bagian ini disebut nodus Ranvier, yang berfungsi memperbanyak impuls saraf atau mempercepat jalannya impuls.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu neuron sensorik, neuron motorik, asosiasi dan adjustor.
  1. Saraf sensorik, berfungsi menghantar impuls (pesan) dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medulla spinalis). Ujung akson dari saraf sensorik berhubungan dengan saraf asosiasi/penghubung (intermediet).
  2. Saraf motorik, mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motorik berada pada sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang terdapaty di sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf, berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.
  3. Saraf asosiasi (penghubung), terdapat pada sistrem saraf pusat yang berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau berhunungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf asosiasi menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya.
  4. Saraf adjustor, berfungsi sebagai penghubung saraf sensorik dan motorik di sumsum tulang belakang dan otak.
Impuls
Sel-sel saraf bekerja secara kimiawi. Sel saraf yang sedang tidak aktif mempunyai potensial listrik yang disebut potensial istirahat. Jika ada rangsang, misalnya sentuhan, potensial istirahat berubah menjadi potensial aksi. Potensial aksi merambat dalam bentuk arus listrik yang disebut impuls yang merambat dari sel saraf ke sel saraf berikutnya sampai ke pusat saraf atau sebaliknya. Jadi, impuls adalah arus listrik yang timbul akibat adanya rangsang.

Sinapsis
Dalam pelaksanaannya, sel-sel saraf bekerja bersama-sama. Pada saat datang rangsang, impuls mengalir dari satu sel saraf ke sel saraf penghubung, sampai ke pusat saraf atau sebaliknya dari pusat saraf ke sel saraf terus ke efektor. Hubungan antara dua sel saraf disebut sinapsis.
Ujung neurit bercabang-cabang, dan ujung cabang yang berhubungan dengan sel saraf lain membesar disebut bongkol sinaps (knob). Pada hubungan dua sel saraf yang disebut sinaps tersebut, dilaksanakan dengan melekatnya neurit dengan dendrit atau dinding sel. Jika impuls sampai ke bongkol sinaps pada bongkol sinaps akan disintesis zat penghubung atau neurotransmiter, misalnya zat asetilkolin.
Dengan zat transmiter inilah akan terjadi potensial aksi pada dendrite yang berubah menjadi impuls pada sel saraf yang dihubunginya. Setelah itu, asetilkolin akan segera tidak aktif karena diuraikan oleh enzim kolin esterase menjadi asetat dan kolin.

Mekanisme Penghantaran Impuls Saraf
Seperti halnya jaringan komputer, sistem saraf mengirimkan sinyalsinyal listrik yang sangat kecil dan bolak-balik, dengan membawa informasi dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Sinyal listrik tersebut dinamakan impuls (rangsangan). Ada dua cara yang dilakukan neuron sensorik untuk menghantarkan impuls tersebut, yakni melalui membran sel atau membran plasma dan sinapsis.
Penghantaran Impuls Saraf melalui Membran Plasma
Di dalam neuron, sebenarnya terdapat membran plasma yang sifatnya semipermeabel. Membran plasma neuron tersebut berfungsimelindungi cairan sitoplasma yang berada di dalamnya. Hanya ion-ion tertentu akan dapat bertranspor aktif melewati membran plasma
menuju membran plasma neuron lain.
Apabila tidak terdapat rangsangan atau neuron dalam keadaan istirahat, sitoplasma di dalam membran plasma bermuatan listrik negatif, sedangkan cairan di luar membran bermuatan positif. Keadaan yang demikian dinamakan polarisasi atau potensial istirahat. Perbedaan muatan ini terjadi karena adanya mekanisme transpor aktif yakni pompa natrium-kalium. Konsentrasi ion natrium (Na+) di luar membrane plasma dari suatu akson neuron lebih tinggi dibandingkan konsentrasi di dalamnya. Sebaliknya, konsentrasi ion kalium (K+) di dalamnya lebih besar daripada di luar. Akibatnya, mekanisme transpor aktif terjadi pada membran plasma.
Kemudian, apabila neuron dirangsang dengan kuat, permeabilitas membran plasma terhadap ion Na+ berubah meningkat. Peningkatan permeabilitas membran ini menjadikan ion Na+ berdifusi ke dalam membran, sehingga muatan sitoplasma berubah menjadi positif. Fase seperti ini dinamakan depolarisasi atau potensial aksi.
Sementara itu, ion K+ akan segera berdifusi keluar melewati membrane Fase ini dinamakan repolarisasi. Perbedaan muatan pada bagian yang mengalami polarisasi dan depolarisasi akan menimbulkan arus listrik.
Nah, kondisi depolarisasi ini akan berlangsung secara terus-menerus, sehingga menyebabkan arus listrik. Dengan demikian, impuls saraf akan terhantar sepanjang akson. Setelah impuls terhantar, bagian yang mengalami depolarisasi akan meng alami fase istirahat kembali dan tidak ada impuls yang lewat. Waktu pemulihan ini dinamakan fase refraktori atau undershoot.

Macam-Macam Gerak
Sebagai bukti adanya penghantaran impuls oleh saraf adalah timbulnya gerak pada anggota tubuh. Gerakan tersebut terjadi karena proses yang disadari yang disebut juga gerak sadar atau gerakan biasa, sedangkan gerak yang tidak disadari disebut gerak refleks.
1. Gerakan biasa atau gerak sadar
Yaitu gerak yang terjadi melalui serangkaian alur impuls. Alur impuls tersebut dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsangan, lalu ke saraf sensorik sebagai penghantar impuls, kemudian dibawa ke saraf pusat yaitu otak untuk diolah.
Akhirnya muncul tanggapan yang akan disampaikan ke saraf motorik menuju ke efektor dalam bentuk gerak yang disadari.
Contoh gerakan sadar antara lain: berjalan, olah raga, makan, minum dan sebagainya.
2. Gerakan yang tidak disadari atau gerak refleks
Merupakan suatu reaksi yang bersifat otomatis atau tanpa disadari. Impuls saraf pada gerak refleks melalui alur impuls pendek. Alur impuls dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsangan, kemudian dibawa oleh neuron ke sumsum tulang belakang, tanpa diolah oleh pusat saraf. Kemudian tanggapan dikirim oleh saraf motorik menuju ke efektor. Alur impuls pada gerak refleks disebut lengkung refleks.
Ada dua macam gerak refleks yaitu:
  1. Refleks otak, adalah gerak refleks yang melibatkan saraf perantara yang terletak di otak, misalnya berkedipnya mata, refleks pupil mata karena rangsangan cahaya.
  2. Refleks sumsum tulang belakang, adalah gerak refleks yang melibatkan saraf perantara yang terletak di sumsum tulang belakang, misalnya sentakan lutut karena kaki menginjak batu yang runcing.
Sistem Syaraf
Setiap impuls saraf akan berhubungan dengan sistem saraf, yang terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar atau sistem saraf otonom, untuk lebih jelasnya sebagai berikut:
1. Syaraf pusat
Otak
Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem ini yang mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu kedua organ tersebut dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan yaitu: piameter, arachnoid dan durameter. Piameter, merupakan lapisan paling dalam yang banyak mengandung pembuluh darah. Arachnoid, merupakan lapisan tengah berupa selaput jaring yang lembut. Antara arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid yang berisi cairan. Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.
Otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio. Otak pada manusia dewasa terdiri dari beberapa bagian (lobus). Bagian-bagian dari otak adalah:
Otak Besar
Otak besar mengisi penuh bagian depan dari rongga tengkorak, dan terdiri dari dua belahan (hemifer) besar, yaitu belahan kiri dan belahan kanan,. Setiap belahan mengendalikan bagian tubuh yang berlawanan, yaitu belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. otak besar terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu dendrit dan neurit. Otak besar terbagi menjadi empat lobus, yaitu lobus frontalis (bagian dahi), lobus parietalis (bagian ubun-ubun), lobus temporalis (bagian pelipis), lobus oksipitalis (bagian belakang kepala).
Otak besar merupakan saraf pusat yang utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh,yaitu kecerdasan, keinginan, ingatan, kesadaran, kepribadian, daya cipta, daya khayal, pendengaran, pernapasan dan sebagainya. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda, yaitu: Lobus frontalis (daerah dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah pelipis), dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa yang dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis selain sebagai pusat bicara juga sebagai pusat pendengaran.
Otak tengah (mesencephalon)
Otak tengah manusia berbentuk kecil dan tidak terlalu mencolok. Di dalam otak tengah terdapat bagian-bagian seperti lobus optik yang mengatur gerak bola mata dan kolikulus inferior yang mengatur pendengaran. Otak tengah berfungsi menyampaikan impuls antara otak depan dan otak belakang, kemudian antara otak depan dan mata.
Otak belakang
Otak belakang terletak di bawah lobus oksipital serebrum, terdiri atas dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Otak belakang terdiri atas tiga bagian utama yaitu: jembatan Varol (pons Varolli), otak kecil (serebelum), dan sumsum lanjutan (medula oblongata). Ketiga bagian otak belakang ini membentuk batang otak. Jembatan Varol berisi serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil, menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar. Otak kecil, terletak di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka. Sumsum lanjutan, medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip.

Sumsum tulang belakang
Sumsum tulang belakang atau tali spinal merupakan tali putih kemilau berbentuk tabung dari dasar otak menuju ke tulang belakang. Pada irisan melintangnya, tampak ada dua bagian, yakni bagian luar yang berpenampakan putih dan bagian dalam yang berpenampakan abu-abu dengan berbentuk kupu-kupu. Bagian luar sumsum tulang belakang berwarna putih, karena tersusun oleh akson dan dendrit yang berselubung mielin. Sedangkan bagian dalamnya berwarna abu-abu, tersusun oleh badan sel yang tak berselubung mielin dari interneuron dan neuron motorik.
Apabila sumsum tulang belakang diiris secara vertikal, bagian dalam berwarna abu-abu terdapat saluran tengah yang disebut ventrikel dan berisi cairan serebrospinal. Ventrikel ini berhubungan juga dengan ventrikel di dalam otak. Bagian dalamnya mempunyai dua akar saraf yaitu akar dorsal yang berisi saraf sensorik ke arah punggung, dan akar ventral yang berisi saraf motorik ke arah perut.
Sumsum tulang belakang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Fungsi tersebut antara lain menghubungkan impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik; memungkinkan menjadi jalur terpendek pada gerak refleks. Mekanisme penghantaran impuls yang terjadi pada tulang belakang yakni sebagai berikut; rangsangan dari reseptor dibawa oleh neuron sensorik menuju sumsum tulang belakang melalui akar dorsal untuk diolah dan ditanggapi. Selanjutnya, impuls dibawa neuron motorik melalui akar ventral ke efektor untuk direspons.

2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer. Sistem saraf tepi merupakan bagian dari sistem saraf tubuh yang meneruskan rangsangan (impuls) menuju dan dari system saraf pusat. Karena itu, di dalamnya terdapat serabut saraf sensorik (saraf aferen) dan serabut saraf motorik (saraf eferen).
Serabut saraf sensorik adalah sekumpulan neuron yang menghantarkan impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Sedangkan serabut saraf motorik berperan dalam menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor (otot dan kelenjar) untuk ditanggapi.
Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi terbagi atas saraf kranial dan saraf spinal yang masing-masing berpasangan, serta ganglia (tunggal: ganglion). Saraf kranial merupakan semua saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak. Saraf spinal ialah semua saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang. Masing-masing saraf ini mempunyai karakteristik fungsi dan jumlah saraf yang berbeda. Sementara itu, ganglia merupakan kumpul an badan sel saraf yang membentuk simpul-simpul saraf dan di luar sistem saraf pusat.
Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu :
  • Sistem saraf sadar,
Yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf kepala (cranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal).
  • Sistem saraf tak sadar
Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu: saraf simpatik dan saraf parasimpatik.
Sistem Saraf Tak Sadar (Saraf Otonom)
 Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar keringat, otot polos sistem pencernaan, otot polos pembuluh darah. Berdasarkan sifat kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang, sehingga memilki serabut pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Serabut pra-ganglion yaitu serabut saraf yang yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari ganglion disebut serabut post-ganglion. Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sebelum sampai pada organ serabut saraf akan mempunyai sinaps pada sebuah ganglion seperti pada bagan berikut. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post-ganglion pendek. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis.
Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik mempercepat denyut jantung, memperlambat proses pencernaan, merangsang ereksi, memperkecil diameter pembuluh arteri, memperbesar pupil, memperkecil bronkus dan mengembangkan kantung kemih, sedangkan saraf parasimpatik dapat memperlambat denyut jantung, mempercepat proses pencernaan, menghambat ereksi, memperbesar diameter pembuluh arteri, memperkecil pupil, mempebesar bronkus dan mengerutkan kantung kemih.
     Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron.      

     Berdasarkan peranannya, sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2, yaitu, sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar. Sistem saraf sadar berfungsi, mengatur semua aktivitas tubuh yang kita sadari. sedangkan, sistem saraf tak sadar berfungsi, mengatur semua aktiivitas tubuh yang tidak kita sadari.    

Penyakit Pada Sistem Saraf

Penyakit dan kelainan sistem saraf adalah penyakit atau kelainan yang mempengaruhi fungsi sistem saraf pada manusia. Penyakit dan kelainan dapat terjadi dan menyerang pusat saraf, yaitu otak dan sumsum tulang belakang, atau sel-sel saraf pada jaringan saraf. Karena otak adalah pusat kendali dari semua aktivitas sadar kita – berpikir, berkemauan, mengingat, dan sebagainya – maka penyakit dan kelainan pada otak dapat menyebabkan perubahan dan gangguan yang dirasakan seluruh tubuh.
Penyakit dan kelainan otak dapat menyebabkan kekacauan pikir dan emosi, gangguan fungsi organ tubuh, kelainan psikologis, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang khususnya menyerang otak. Baik batang otak maupun kulit otak dan otak kecil.

1. Encephalitis

Encephalitis (Yunani: encekphalos (otak) dan itis (peradangan)) adalah peradangan otak. Peradangan otak ini dapat melibatkan pula struktur terkait lainnya. encephalomyelitis adalah peradangan otak dan sumsum tulang belakang, dan meningoencephalitis adalah peradangan otak dan “meninges” (membran yang menutupi otak). Penyebab encephalitis paling sering adalah karena infeksi mikroorganisme atau zat-zat kimia seperti timbal, arsen, merkuri (air raksa), dll.

2. Stroke

Kelayuan tiba-tiba otak akibat dari berkurangnya secara drastis aliran darah ke suatu bagian otak atau akibat pendarahan dalam otak. Keadaan ini berdampak antara lain kelumpuhan sementara atau menetap pada satu atau kedua sisi tubuh, kesulitan berkata-kata atau makan, dan lenyapnya koordinasi otot. Merokok, kolestrol tinggi, diabetes, penuaan, dan kelainan turunan adalah faktor utama penyebab stroke. Stroke ( istilah lain Cerebrovascular accident ( CVA ) atau Cerebral apoplexy ), adalah kerusakan otak akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah otak. Stroke tidak hanya akan menimbulkan kecacatan yang dapat membebani seumur hidup tapi juga ancaman kematian bagi pasien. Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika obat stroke yang berfungsi menghancurkan bekuan darah disuntikkan kurang dari tiga jam sejak serangan (periode emas). Obat yang diberikan biasanya diberikan berdasarkan penyebab stroke , dan akibat yang ditimbulkan oleh stroke tersebut, seperti obat depresi (untuk mengatasi gangguan psikis), dan memerlukan respirator (alat bantu nafas). Salah satu penyebab stroke adalah kolesterol yang meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah akibat bekuan darah, sehingga obat stroke yang biasa diberikan obat pengencer darah dan obat penurun kadar kolesterol. Antikoagulan (anti penggumpalan) tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.
Perawatan Paska Stroke
   Sekali terkena serangan stroke tidak membuat Anda terbebas dari stroke. Di samping dampak menimbulkan kecacatan, masih ada kemungkinan dapat terserang kembali di kemudian hari.
Pasca stroke biasanya penderita memerlukan rehabilitasi serta terapi psikis seperti terapi fisik, terapi okupasi, terapi wicara, dan penyediaan alat bantu di unit orthotik prostetik. Juga penanganan psikologis pasien, seperti berbagi rasa, terapi wisata, dan sebagainya.
Selain itu, juga dilakukan community based rehabilitation (rehabilitasi bersumberdaya masyarakat) dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan masyarakat di lingkungan pasien agar mampu menolong, setidaknya bersikap tepat terhadap penderita. Hal ini akan meningkatkan pemulihan dan integrasi dengan masyarakat.
Bahaya yang menghantui penderita stroke adalah serangan stroke berulang yang dapat fatal atau kualitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama.
Bahkan ada pasien yang mengalami serangan stroke sebanyak 6-7 kali. Hal ini disebabkan pasien tersebut tidak mengendalikan faktor risiko stroke.
Bagi mereka yang sudah pernah terkena serangan stroke, Gaya hidup sehat haruslah jadi pilihan agar tidak kembali diserang stroke, seperti: berhenti merokok, diet rendah lemak atau kolesterol dan tinggi serat, berolahraga teratur 3 X seminggu (30-45 menit), makan secukupnya, dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, menjaga berat badan jangan sampai kelebihan berat badan, berhenti minum alkohol dan atasi stres. obat alami makan ganggang laut cokelat.

3. Alzheimer

Penyakit alzheimer ditandai oleh kerusakan sel saraf dan sambungan saraf di kulit otak dan kehilangan massa otak yang cukup besar. Gejala khas pertama yang muncul adalah pikun. Ketika makin buruk, kehilangan ingatan si penderita juga makin parah. Keterampilan bahasa, olah pikir, dan gerak turun drastis. Emosi jiwa dan suasana hati jadi labil. Penderita cenderung rentan dan lebih peka terhadap stres. Mudah terombang-ambing antara marah, cemas, atau tertekan. Pada tahap lebih lanjut, penderita kehilangan responsibilitas dan mobilitas serta kontrol terhadap fungsi tubuh.

4. Gegar Otak

Kehilangan sementara fungsi otak yang disebabkan oleh luka relatif ringan pada otak dan tak selalu berkaitan dengan ketidaksadaran. Orang yang kena gegar otak mungkin tak ingat apa yang terjadi sesaat sebelum atau setelah luka. Gejala gegar otak antara lain cadel berbicara, kebingunan berat, koordinasi otot terganggu, sakit kepala, pusing, dan mual.

5. Epilepsi

Epilepsi adalah kelainan kronik yang dicirikan oleh serangan mendadak dan berulang-ulang yang disebabkan oleh impils berlebihan sel-sel saraf dalam otak. Serangan dapat berupa sawan, hilang kesadaran beberapa saat, gerak atau sensasi aneh bagian tubuh, tingkah laku aneh, dan gangguan emosional. Serangan epilepsi umumnya berlangsung hanya 1-2 menit. Kemudian diikuti oleh kelemahan, kebingungan, atau kekurangtanggapan.

6. Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan serangan tidur tiba-tiba dan tak terkendali di siang hari, dengan gangguan tidur di malam hari. Penderita bisa mendadak tertidur di mana saja dan kapan saja bahkan saat berdiri atau berjalan. Tidur berlangsung beberapa detik atau menit dan bahkan lebih dari sejam.

7. Afasia

Afasia adalah kerusakan dalam pengungkapan dan kepahaman bahasa yang disebabkan oleh kerusakan lobus frontal dan temporal otak. Afasia bisa disebabkan oleh luka kepala, tumor, stroke, atau infeksi.

8. Dementia

Kemunduran kapasitas intelektual – yang kronis dan biasanya kian memburuk – yang berkaitan dengan kehilangan sel saraf secara meluas dan penyusutan jaringan otak. Dementia paling biasa terjadi di kalangan lansia meskipun dementia ini dapat menyerang segala usia. Kondisi dementia dimulai dengan hilangnya ingatan, yang mula-mula tampak sebagai ketidakingatan atau kelupaan sederhana. Ketika memburuk, lingkup kehilangan ingatan meluas hingga penderita tak lagi ingat akan keterampilan, sosial, dan hidup yang paling dasar sekalipun. 

Adapun macam-macam kelainan akibat Sistem Saraf Pada Manusia terganggu, antara lain :

1. Poliomielitis , Polio (Poliomielitis) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan saraf) dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen, kelumpuhan atau kematian.  PENYEBAB-nya adalah virus polio.
Penularan virus terjadi melalui beberapa cara:
- Secara langsung dari orang ke orang
- Melalui percikan ludah penderita
- Melalui tinja penderita.
Virus masuk melalui mulut dan hidung, berkembangbiak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan, lalu diserap dan diserbarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Resiko terjadinya polio:
# Belum mendapatkan imunisasi polio
# Bepergian ke daerah yang masih sering ditemukan polio
# Kehamilan
# Usia sangat lanjut atau sangat muda
# Luka di mulut/hidung/tenggorokan (misalnya baru menjalani pengangkatan Amandel atau pencabutan gigi)
# Stres atau kelelahan fisik yang luar biasa (karena stres emosi dan fisik dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh).
GEJALA: Terdapat 3 pola dasar pada infeksi polio:
- Infeksi subklinis
- Non-paralitik
- Paralitik.
95% kasus merupakan infeksi subklinis.
Poliomielitis klinis menyerang sistem saraf pusat (otak dan korda spinalis) serta erbagi menjadi non-paralitik serta paralitik. Infeksi klinis bisa terjadi setelah penderita sembuh dari suatu infeksi subklinis.
1. Infeksi subklinis (tanpa gejala atau gejala berlangsung selama kurang dari 72 jam)
- demam ringan
- sakit kepala
- tidak enak badan
- nyeri tenggorokan
- tenggorokan tampak merah
- muntah.
2. Poliomielitis non-paralitik (gejala berlangsung selama 1-2 minggu)
- demam sedang
- sakit kepala
- kaku kuduk
- muntah
- diare
- kelelahan yang luar biasa
- rewel
- nyeri atau kaku punggung, lengan, tungkai, perut
- kejang dan nyeri otot
- nyeri leher
- nyeri leher bagian depan
- kaku kuduk
- nyeri punggung
- nyeri tungkai (otot betis)
- ruam kulit atau luka di kulit yang terasa nyeri
- kekakuan otot.
3. Poliomielitis paralitik
- demam timbul 5-7 hari sebelum gejala lainnya
- sakit kepala
- kaku kuduk dan punggung
- kelemahan otot asimetrik
- onsetnya cepat
- segera berkembang menjadi kelumpuhan
- lokasinya tergantung kepada bagian korda spinalis yang terkena
- perasaan ganjil/aneh di daerah yang terkena (seperti tertusuk jarum)
- peka terhadap sentuhan (sentuhan ringan bisa menimbulkan nyeri)
- sulit untuk memulai proses berkemih
- sembelit
- perut kembung
- gangguan menelan
- nyeri otot
- kejang otot, terutama otot betis, leher atau punggung
- ngiler
- gangguan pernafasan
- rewel atau tidak dapat mengendalikan emosi
- refleks Babinski positif.
KOMPLIKASI
Komplikasi yang paling berat adalah kelumpuhan yang menetap. Kelumpuhan terjadi sebanyak kurang dari 1 dari setiap 100 kasus, tetapi kelemahan satu atau beberapa otot, sering ditemukan.
Kadang bagian dari otak yang berfungsi mengatur pernafasan terserang polio, sehingga terjadi kelemahan atau kelumpuhan pada otot dada.
Beberapa penderita mengalami komplikasi 20-30 tahun setelah terserang polio. Keadaan ini disebut sindroma post-poliomielitis, yang terdiri dari kelemahan otot yang progresif, yang seringkali menyebabkan kelumpuhan.
Polio
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap contoh tinja untuk mencari poliovirus dan pemeriksaan terhadap darah untuk menentukan titer antibodi.
Pembiakan virus diambil dari lendir tenggorokan, tinja atau cairan serebrospinal.
Pemeriksan rutin terhadap cairan serebrospinal memberikan hasil yang normal atau tekanan, protein serta sel darah putihnya agak meningkat.
PENGOBATAN
Polio tidak dapat disembuhkan dan obat anti-virus tidak mempengaruhi perjalanan penyakit ini.
Jika otot-otot pernafasan menjadi lemah, bisa digunakan ventilator.
The goal of treatment is to control symptoms while the infection runs its course. Lifesaving measures, particularly assistance with breathing, may be necessary in severe cases. Jika terjadi infeksi saluran kemih, diberikan antibiotik.
Untuk mengurangi sakit kepala, nyeri dan kejang otot, bisa diberikan obat pereda nyeri. Kejang dan nyeri otot juga bisa dikurangi dengan kompres hangat.
Untuk memaksimalkan pemulihan kekuatan dan fungsi otot mungkin perlu dilakukan terapi fisik, pemakaian sepatu korektif atau penyangga maupun pembedahan ortopedik.
PROGNOSIS
Prognosis tergantung kepada jenis polio (subklinis, non-paralitik atau paralitik) dan bagian tubuh yang terkena.
Jika tidak menyerang otak dan korda spinalis, kemungkinan akan terjadi pemulihan total.
Jika menyerang otak atau korda spinalis, merupakan suatu keadaan gawat Darurat yang mungkin akan menyebabkan kelumpuhan atau kematian (biasanya akbiat gangguan pernafasan).
PENCEGAHAN
Vaksin polio merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak.
Terdapat 2 jenis vaksin polio:
# Vaksin Salk, merupakan vaksin virus polio yang tidak aktif
# Vaksin Sabin, merupakan vaksin virus polio hidup.
Yang memberikan kekebalan yang lebih baik (sampai lebih dari 90%) dan yang lebih disukai adalah vaksin Sabin per-oral (melalui mulut).
Tetapi pada penderita gangguan sistem kekebalan, vaksin polio hidup bisa menyebabkan polio. Karena itu vaksin ini tidak diberikan kepada penderita gangguan sistem kekebalan atau orang yang berhubungan dekat dengan penderita gangguan sistem kekebalan karean virus yang hidup dikeluarkan melalui tinja.
Dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan hendak mengadakan perjalanan ke daerah yang masih sering terjadi polio, sebaiknya menjalani vaksinasi terlebih dahulu.

2. Epilepsi, penyakit karena dilepaskannya letusan-letusan listrik ( impuls ) pada neuron-neuron otak. spesies Golden Stichopus Variegatus (gamat / teripang emas) yaitu spesies terbaik dan satu-satunya spesies yang mengandung Gamapeptide (tidak ditemukan pada spesies lain). Gamapeptide bermanfaat untuk mencegah inflamasi, mengurangi rasa sakit, 3x mempercepat penyembuhan luka, mengaktifkan pertumbuhan dan mengaktifkan sel-sel, membuat kulit lebih muda dan meningkatkan kecantikan, menstabilkan emosi, memelihara sirkulasi darah. Teripang memiliki kandungan gizi lengkap. Antara lain 9 jenis karbohidrat, 59 jenis asam lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 10 jenis mineral, dan 5 jenis sterol. Semua bersatu-padu membangun kekebalan tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak.Teripang tersebar luas di lingkungan laut diseluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat. Untuk wilayah Indonesia, teripang banyak ditemukan di perairan bagian Timur Indonesia, seperti di perairan Kalimantan.

3. Parkinson, penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya neurotranslator dopamin pada dasar gangglion dengan gejala tangan gemetaran sewaktu istirahat ( tetapi gemetaran itu hilang sewaktu tidur ), sulit bergerak, kekakuan otot, otot muka kaku menimbulkan kesan seolah-olah bertopeng, mata sulit berkedip dan langkah kaki menjadi kecil dan kaku.

4. Transeksi , kerusakan atau seluruh segmen tertentu dari medula spialis. Misalnya karena jatuh, tertebak yang disertai dengan hancurnya tulang belakang.

5. Neurasthonia, ( lemah saraf ) , penyakit ini ada karena pembawaan lahir, terlalu berat penderitanya, rohani terlalu lemah atau karena penyakit keracunan.

6. Neuritis, radang saraf yang terjadi karena pengaruh fisis seperti patah tulang, tekanan pukulan, dan dapat pula karena racun atau difisiensi vitamin B1, B6, B12.

7. Amnesia, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk mengingat atau mengenali kejadian yang terjadi dalam suatu periode di masa lampau. Biasanya kelainan ini akibat guncangan batin atau cidera otak. Occupational therapy. Seseorang dengan amnesia bisa bekerja sama dengan terapis okupasi untuk mempelajari informasi baru, mengganti informasi yang hilang atau menggunakan kenangan utuh sebagai dasar menyimpan informasi baru.
Dalam terapis ini, terapis bisa meatih pasien mengolah memori dengan menggunakan berbagai strategi. Dengan begitu, pasien akan lebih mudah mengingat dan lebih bisa memahami percakapan yang lebih luas.
Bantuan teknologi
Banyak orang dengan amnesia merasa terbantu dengan penggunaan personal digital assistant (PDA), seperti Palm Treo, BlackBerry atau iPhone. Dengan latihan dan praktek, orang dengan amnesia parah sekali pun bisa menggunakan organizer elektronik ini untuk membantu tugas-tugas mereka dari hari ke hari. Sebagai contoh, pasien bisa memprogram PDA untuk mengingatkan peristiwa atau acara-acara penting atau untuk minum obat.
Obat-obatan dan suplemen
Saat ini, belum ada obat-obatan yang tersedia untuk mengatasi sebagian besar jenis amnesia. Namun, jenis amnesia yang dipicu oleh kekurangan thiamin bisa dibantu dengan menambah asupan vitamin ini dan nutrisi lainnya.
Selain itu, pasien dianjurkan menghindari alkohol. Cara ini bisa mencegah kerusakan lebih lanjut. Akan tetapi, sebagian besar orang tidak akan bisa mendapatkan memori yang hilang sepenuhnya.
Para peneliti sedang mempelajari beberapa neurotransmitter yang terlibat dalam pembentukan memori. Hal ini suatu saat nanti diharapkan bisa merintis pengobatan baru dalam mengatasi gangguan memori. Akan tetapi, kerumitan proses otak mempersulit penemuan terapi tunggal dalam menangani gangguan memori.
Pencegahan
Karena kerusakan otak bisa menjadi akar masalah amnesia, ada baiknya meminimalkan cedera otak dengan cara-cara berikut:
Menghindari penggunaan alkohol berlebih
Mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor dan menggunakan sabuk pengaman saat mengemudi.
Jika mengalami gejala yang mengindikasikan kemungkinan stroke, seperti sakit kepala kronis, gangguan bergerak atau kesemutan di satu sisi tubuh, ada baiknya segera mencari bantuan medis.
Periksakan diri
Jika Anda mengalami hilang ingatan tanpa penyebab pasti, cedera kepala, kebingungan atau gangguan orientasi, ada baiknya mencari bantuan medis. Orang dengan amnesia mungkin tidak bisa mengenali lokasi atau tidak berinisiatif mencari pengobatan medis. Karena itu, jika seseorang yang Anda kenal memiliki gejala amnesia, ada baiknya segera membantu mencarikan bantuan medis.

     Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan jadi kita harus mengetahui sistem saraf agar kita mengetahui di mana sel saraf yang penting dan paling berpengaruh, supaya diri kita benar benar hati-hati terhadap saraf tersebut.

Tanda Dan Gejala Penyakit Gangguan Syaraf
-  Nyeri
– Rasa terbakar di jari-jari kaki, telapak kaki, tungkai, tangan, lengan, dan jari-jari lengan.
– Mati rasa atau baal.
– Kram.
– Kaku otot dan kesemutan.
– Kehilangan kontrol kandung kencing.
– Kulit menjadi hipersensitif.
– Kulit mengkilap.
– Kelemahan anggota gerak.
– Rambut rontok pada area tertentu.
– Atrofi otot (otot yang mengecil).

Jika anda mempunyai salah satu tanda dan gejala penyakit gangguan syaraf di atas, sebaiknya anda segera melakukan pengobatan sebelum penyakit gangguan syaraf anda semakin memburuk.

Khasiat Kulit manggis Untuk Penyakit Gangguan Syaraf :: khasiat kulit manggis selain mengandung Xanthone yang merupakan zat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, kulit buah manggis juga sangat kaya akan antioksidan tinggi yang dapat mengobati berbagai macam penyakit bahkan penyakit maut sekalipun. Selain itu Antioksidan yang ada di dalam kulit buah manggis juga dapat membantu mencegah penurunan fungsi otak yang dapat mengakibatkan penyakit seperti demensia dan Alzheimer, juga mencegah terjadinya faktor kerusakan sistem syaraf yang dapat mengakibatkan penyakit Parkinson. Kandungan flavonoid di dalam kulit buah manggis bekerja untuk menghentikan kerusakan ringan pada memori otak.

Khasiat Daun Sirsak Untuk Penyakit Gangguan Syaraf :: Daun sirsak mengandung senyawa Acetogenins, Annocatin, Annocatalin, Annohexocin, Annonacin, Annomuricin, Anomourine, Anonol, Caclourine, Gentisic Asam, Gigantetronin, Linoleid Asam, Muricapentosin.Senyawa ini berguna untuk menyembuhkan penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh. Senyawa Sitotoksik dan senyawa Acetogenins dapat bersifat tosik sebagai zat racun, maupun sebagai zat yang dapat menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dan tumor. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali gangguan sistem syaraf yang kurang baik. Semoga bermanfaat, amin