Mencari Ridho Dan Hidayah Allah SWT dengan penuh semangat Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kamis, 11 Juni 2015

MITOS DAN FAKTA

Mitos Kesehatan Terkenal

MITOS             : Vasektomi adalah prosedur yang berlarut-larut dan menyakitkan yang dapat merusak kehidupan seks Kita.
FAKTA           : Menurut amal Stopes Marie, vasektomi adalah tindakan operasi sederhana dan tidak menyakitkan prosedur yang relatif yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk melakukan.


MITOS            :  Jerawat disebabkan oleh tidak mencuci dengan benar.
FAKTA           :  Jerawat disebabkan oleh pengaruh hormon pada kelenjar sebaceous.  Inilah sebabnya mengapa sangat mempengaruhi remaja dan juga dapat ditingkatkan oleh stres.  Membersihkan wajah Kita terlalu sering benar-benar dapat meningkatkan jerawat sebagai tubuh kompensasi untuk menggantikan minyak tubuh dibersihkan. Fakta ilmiah lain ternuyata makanan selain hormonal makanan sangat berpengaruh dengan timbulnya jerawat, terutama pada penderita alergi dan hipersensitif.


MITOS         : Orang Tertekan perlu ‘menarik diri mereka sendiri bersama-sama’ dan kemudian mereka akan baik-baik.
FAKTA           : Depresi adalah suatu penyakit yang melibatkan ketidakseimbangan kimia otak yang disebut neurotransmiter.  Ini bukan sebuah cacat karakter atau tkita kelemahan pribadi.. Kita tidak dapat membuat diri dengan baik dengan mencoba ‘untuk snap’ keluar dari sana. Konseling dan pengobatan mungkin diperlukan untuk mengobati depresi, dan dokter harus dikonsultasikan.


MITOS              : Kita harus selalu beristirahat selama waktu tertentu.
FAKTA           : Kita harus melakukan apapun yang membuat Kita merasa nyaman, tetapi jangan takut untuk berolahraga.  Ini adalah cara yang baik untuk mengontrol PMS oleh endorfin meningkat, ‘bahagia’ hormon, dan membantu kram dengan meningkatkan pasokan oksigen ke otot.  Berenang adalah baik-baik saja asalkan Kita mengenakan tampon.


MITOS             : Sebuah benjolan di payudara Kita berarti Kita terkena kanker payudara.
FAKTA           : Sekitar 80 persen benjolan payudara yang jinak (non-kanker).  Kadang-kadang bisa ada kista, melepaskan puting dan kalsifikasi (deposito garam kalsium dalam jaringan payudara) akibat cedera atau memar, perubahan hormonal atau infeksi.  Namun, jika Kita menemukan benjolan Kita harus menghubungi kesehatan segera profesional – kanker penangkapan dini secara signifikan meningkatkan kemungkinan pemulihan.


MITOS              :   Kolesterol buruk bagi Kita.
FAKTA           :  Kita semua membutuhkan beberapa kolesterol darah seperti itu digunakan untuk membangun sel-sel dan membuat hormon penting – dan ada kolesterol baik dan kolesterol jahat. Lemak jenuh ditemukan dalam makanan seperti daging, keju, krim, mentega dan kue kering diproses cenderung meningkatkan low density lipoprotein – atau ‘buruk’ kolesterol – dan ini memberikan kolesterol ke arteri.  Namun lemak tak jenuh seperti kacang, biji-bijian dan ikan berminyak cenderung meningkatkan high density lipoprotein – atau ‘baik’ kolesterol – mengangkut kolesterol dari arteri, kembali ke. hati yang ini dapat ditingkatkan dengan latihan.


MITOS            :  Pisang adalah penggemukan.
FAKTA           :  Mereka sebenarnya rendah lemak. There is only half a gram of fat and 95 calories in a banana. Hanya ada setengah gram lemak dan 95 kalori dalam pisang.  Bukan hanya itu tetapi mereka dikemas dengan kalium, datang dalam kemasan mereka sendiri, yang bersih dan sangat berguna sebagai snack!


MITOS             : Tidak masalah Menunda sarapan pagi.
FAKTA           : Sangat penting untuk sarapan pagi.  Ketika kita tidur, kita juga ‘puasa’ untuk rata-rata sekitar delapan jam, sehingga penting untuk sarapan pagi  secepat ini. Walaupun orang-orang yang melewatkan sarapan mengejar pada kebutuhan energi mereka di kemudian hari, mereka tidak mungkin untuk mendapatkan semua vitamin dan mineral yang sarapan sederhana dapat menyediakan. Cobalah bubur dengan madu untuk makanan sehat tapi mengisi.


MITOS            : Tidak perlu khawatir tentang infeksi menular seksual (IMS).  Hanya membutuhkan antibiotik dan Kita baik-baik!
FAKTA           :  Memang benar bahwa sebagian besar infeksi menular seksual (IMS) dapat disembuhkan secara total jika mereka tertangkap pada tahap awal, dan perawatan dapat sederhana seperti antibiotik. Namun, jika tidak ditangani, PMS dapat menimbulkan risiko jangka panjang untuk kesehatan Kita dan kesuburan. Para klamidia infeksi dan gonore dapat keduanya menyebabkan penyakit radang panggul (PID) jika mereka tidak diperlakukan. Pada gilirannya menyebabkan nyeri panggul jangka-panjang, diblokir tabung Fallopii, infertilitas dan kehamilan ektopik pada wanita, dan rasa sakit dan peradangan pada testis dan kelenjar prostat pada pria. Kutil genitalia (kelamin) dan herpes genital adalah dua infeksi virus umum, sehingga antibiotik tidak akan memperlakukan mereka. Mereka dapat diobati dengan obat antivirus, namun kedua kondisi bisa kambuh.


MITOS            : Orang yang kelebihan berat badan karena mereka memiliki metabolisme lambat.
FAKTA           : Sayangnya, metabolisme yang lambat ada alasan untuk kelebihan berat badan. studi terbaru menunjukkan bahwa orang gemuk memiliki metabolisme lebih cepat dan membakar energi lebih dari orang langsing hanya untuk menjaga tubuh mereka pergi.


MITOS            : “Panas Dalam” penyebab gangguan tersering dari gangguan tubuh karena makan gorengan, kepanasan atau minum es
FAKTA           : Dalam Texbook Kedokteran tidak ada satupun yang mengatakan penyakit “panas dalam”. Mungkin yang dimaksud panas dalam oleh masyarakat awam adallah setiap gangguan yang terjadi pada saluran cerna mulai dari mulut, perut dan buang air besar. Gangguan itu bisa saja berkaitan dengan gangguan fungsional saluran cerna yang dipicu oleh infeksi virus, alergi makanan atau hipersensitifitas makanan, gangguan endokrin, gangguan metabolik lainnya. Tetapi tidak hubungannya dengan makan goreng-gorengan, makanan berminyak atau minum es.


MITOS            : Penyebab flu atau Infeksi saluran napas (batuk, pilek) karena makan gorengan, minum es, kecapekan, kena hujab, cuaca, kena angin, naik sepeda motor, kena kipas angin, kena debu atau renovasi rumah
FAKTA           : Infeksi saluran napas, flu atau influenza bukan karena penyebab salah satu tersebut dia atas tetapi ditularkan melalui udara atau droplet infection  oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, ingus, kotoran dan darah. Infeksi juga terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita misal ingus penderita dapat berpindah ke orang lain melalui salaman tangan, memegang gelas yang sama atau berenang.


MITOS            : Ingus dan dahak warna hijau atau kuning harus diberi antibiotika
FAKTA           : Infeksi saluran napas sebagian besar karena virus. Ingus atau dahak hijau adalah juga bagian dari perjalanan penyakit infeksi yang disebabkan karena virus tidak perlu antibiotika. Beberapa puluh tahun lalu di Amerika Serikat telah dilakukan kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar kepada masyarakat dan dokter tentang hal itu.


MITOS            :  Mi instan (indomi, supermi dll) berbahaya bagi kesehatan
FAKTA           : Selama ini bahan pengawet yang dipakai dalam mi instan telah diteliti dinyatakan aman oleh BPOM. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration (FDA)  menggolongkan Methylparaben dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Artinya, bahan kimia ini bisa dan aman untuk digunakan pada sebagian besar produk makanan. Sebaliknya masyarakat Indonesia khawatir dengan mi instan tetapi tidak pernah takut dengan mi telor, mi keliling atau mi industri rumahan lainnya yang sebagian besar malah tidak diketahui secara pasti bahan dan jumlah bahan pengawet yang dipakai. Sampai sekarang belum ada penelitian sedikitpun yang membuktikan bahwa mis instan sebagai penyebab kanker, karena gangguan pencrnaan atau bwrbagai gangguan lain yang selama ini dikawatirkan,


MITOS            : Demam berdarah seringkali disertai Tifus. Widal dan pemeriksaan IgM anti tifus positif pasti kena tifus.
FAKTA           : Ternyata pemeriksaan widal dan IgM tifus spesifitasnya rendah. Seringkali nilainya meningkat pada infeksi DBD atau infeksi virus lain meski penderita tidak mengalami penyakit tifus. Hal inilah yang menyebabkan overtreatment dan overdiagnosis penyakit tifus tinggi.


MITOS            : Sariawan karena kurang vitamin C
FAKTA.           : Sariawan dalam dunia medis disebut dengan aphtous stomatitis. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun ada banyak faktor yang diyakini berkaitan dalam memicu terjadinya sariawan. Di antaranya adalah alergi makanan, menurunnya sistem imun (kekebalan tubuh), stress, trauma pada jaringan lunak dalam rongga mulut (seperti tergigit yang berulang-ulang), kurang nutrisi, atau disebabkan karena obat-obatan tertentu. Bila sariawan terjadi berulang-ulang dan hilang timbul, maka disebut recurrent aphtous stomatitis

    
 MITOS           : Berbagai keluhan dalam tubuh sering masyarakat Indonesia mengistilahkan sebagai “Masuk Angin”
 FAKTA          : Dalam bidang kedokteran tidak ada satu penyakitpun yang disebut “masuk angin”. Mungkin gangguan yang dimaksud dengan “masuk angin” itu adalah berbagai gangguan yang timbul dengan gejala sakit kepala, mual, muntah dan nyeri perut. Berbagai gangguan tersebut tidak ada hubungannya dengan terkena angin tetapi disebabkan karena penyakit infeksi virus, alergi makanan atau gangguan lainnya. Kalaupun angin berpengaruh biasanya disebabkan karena gangguan udara dingin biasanya hanya memperberat gangguan yang sudah ada bukan sebagai penyebab utama. Misalnya bila swmua orang kena flu kalau terkena angin atau udara dingin keluahnnya akan semakin berat


MITOS            :  MSG penyebab kanker, sakit kepala, dan gangguan kesehatan lainnya
FAKTA           : Selama sudah 100 tahun penggunaan MSG oleh manusia tidak satu bukti penelitianpun yang menunjukkan bahwa MSG berbahaya untuk kesehatan. Sampai sekarangpun hampir seluruh badan pengawasan makanan dunia masih menggolongkan MSG sebagai bahan yang “Generally Regarded as Safe” (GRAS) dan tidak menentukan berapa batas asupan hariannya. MSG tersusun Glutamat, Natrium dan air. Di dalam tubuh, glutamat dari MSG dan dari bahan lainnya dapat dimetabolime dengan baik oleh tubuh dan digunakan sebagai sumber energi usus halus.Bahan ini dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri Brevi-bacterium lactofermentum yang menghasilkan asam glutamat.


MITOS            :  MSG jadi penyebab Chinesse Food Syndrome dan sakit kepala
FAKTA           : Istilah ini berasal dari kejadian ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Laporan ini kemudian dimuat pada New England Journal of Medicine pada 1968. Berbagai penelitian ilmiah selanjutnya tidak menemukan adanya kaitan antara MSG dengan sindrom restoran China ini. Faktanya, mungkin ada sekelompok kecil orang yang bereaksi negatif terhadap MSG sehingga mengalami hal-hal tersebut. Gejala Chinese Restaurant Syndrome amat mirip dengan gejala serangan jantung. Gejala Chineese Restaurant Syndrome ternyata juga mirip gejala reaksi simpanmg makanan atau gejala alergi. Ternyata alergi makanan dan hipersensitifitas makanan dapat menyebabkan gangguan semua organ tubuh termasuk gangguan pembuluh darah, otak, dan gangguan otot dan tulang




Mitos Terbesar Dalam Dunia Psikologi

Mitos                      :  Penderita Schizophrenia memiliki Kepribadian Ganda
FAKTA           : Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Fim Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, dua penyakit ini sangat berbeda. Penderita MPD memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya dalam satu waktu. Dan banyak ahli psikologi yang ragu kalau penyakit seperti ini benar-benar ada. Schizophrenia sebaliknya, memiliki fungsi psikologi yang terpisah-pisah, khususnya emosi dan berpikir. Bagi orang normal, apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang akan berhubungan erat dengan apa yang kita rasakan dan pikirkan beberapa saat lagi. Tapi bagi penderita Schizophrenia, pikiran dan emosi tersebut dapat berubah begitu cepat dan ekstrim. Kepribadiannya tetap sama, hanya saja emosi dan pikirannya yang tidak terprediksi. Akibatnya orang skizophrenia justru memiliki resiko rendah melakukan bunuh diri, mengalami depresi, ketakutan, penyalahgunaan narkoba, pengangguran dan tuna wisma. Wajar saja, bila sekarang ia merasa begitu sedih beberapa saat lagi ia menjadi sangat senang. Bagi orang normal, sekarang ia merasa begitu sedih, beberapa saat lagi mungkin ia akan bunuh diri atau depresi. Seperti kata Irving Gottesman, “penyalahgunaan istilah schizophrenia dalam merujuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat, pasar saham atau ketidak sesuaian sesuatu dengan harapan seseorang tidaklah sama dengan masalah kesehatan umum dan penderitaan dengan penyakit paling sulit dipahami dari pikiran manusia ini.”

Mitos                  : Bulan Purnama Menyebabkan Kegilaan dan Kejahatan
FAKTA            : Mitos ini sudah sangat purba. Ia berasal dari masa saat manusia belum memiliki lampu listrik. Akibatnya orang senang saat malam hari terang oleh purnama. Mereka lebih aktif daripada malam biasa yang gelap. Sekarang hal tersebut sudah tidak teramati lagi, karena setiap rumah memiliki listrik dan tidak terlalu banyak orang terlalu memperhatikan bulan. Legenda dari Yunani Kuno dan Abad Pertengahan mengatakan adanya manusia serigala, vampire, dan monster menyeramkan saat bulan purnama. Tapi beberapa pihak mengklaim kalau kebiasaan ini tertanam secara tidak sadar pada diri manusia. Tahun 1985, dua psikolog memeriksa semua bukti penelitian yang ada mengenai pengaruh bulan, dan tidak satupun ada bukti kalau bulan berpengaruh pada kejahatan, kecenderungan bunuh diri, masalah kejiwaan, jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa atau telpon darurat. Penelitian lebih modern juga membantah adanya hubungan antara bulan purnama dengan bunuh diri, orang yang masuk rumah sakit jiwa, orang yang masuk UGD, dan gigitan anjing.
Mitos                 : Banyak Kriminal Berhasil Membela Diri dengan Mengaku Gila
FAKTA           : Setelah memberi pidato tanggal 30 maret, 1981, Presiden Ronald Reagan muncul dari hotel Washington Hilton. Beberapa detik kemudian, enam tembakan terdengar. Satu mengenai agen rahasia, satu polisi, satu sekretaris James Brady dan satu mengenai presiden sendiri. Sang penembak adalah pria berusia 26 tahun bernama John Hinckley, yang jatuh cinta dengan artis Jodie Foster dan yakin kalau dengan membunuh Presiden, Foster akan tergugah dan jatuh cinta padanya. Tahun 1982, saksi ahli psikologi berdebat mengenai apakah Hinckley bersalah atau tidak karena alasan gila. Akhirnya juri memutuskan kalau Hinckley gila. Keputusan juri memicu protes publik. Pooling ABC menunjukkan 76% rakyat tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dan dari sini mulailah mitos kalau dengan alasan gila, banyak penjahat yang berhasil lolos dari penjara. Mitos ini semakin diperkuat oleh film-film action yang menunjukkan antagonis pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Namun keyakinan ini sama sekali salah. Data menunjukkan kalau pengajuan alasan gila di pengadilan berada di bawah 1%. Dan dari semua pengajuan ini, hanya 25% saja yang diputuskan memang gila. Lebih parah lagi, orang yang dinyatakan gila di pengadilan akan dikirim ke rumah sakit jiwa dan disana mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 tahun sebelum diputuskan apakah ia harus ditahan lebih lama atau dilepaskan. Akibatnya bagi orang normal yang berhasil mengaku gila, tinggal di rumah sakit jiwa bisa jadi hal yang lebih menyiksa dari di penjara. Di penjara ia punya waktu yang jelas untuk bebas dan tidak perlu berpura-pura, di rumah sakit jiwa tidak.

Mitos               : Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita
FAKTA           : Otak bekerja secara totalitas sehingga tidak ada bagian otak yang tidak bekerja bagi orang yang normal. Mitos ini berasal dari psikolog William James satu abad yang lalu. Saat itu ia menulis kalau ia meragukan kalau rata-rata manusia mencapai sekitar 10% potensi intelektualnya. Dalam sebuah studi, saat ditanya “Sekitar berapa persen kekuatan otak potensial manusia yang menurut kamu dipakai sebagian besar orang?, ” sepertiga mahasiswa psikologi menjawab 10%. Dalam waktu lama, para motivator “berpikir positif” memperbesar mitos ini menjadi seolah sebuah fakta. Sebagai contoh, dalam buku How to be Twice as Smart, Scott Witt menulis “Jika kamu seperti orang kebanyakan, berarti kamu hanya memakai sepuluh persen kekuatan otakmu.” Selain itu terdapat juga daerah korteks diam yang menurut para ahli masa lalu tidak memiliki fungsi namun sekarang telah terbukti berperan penting untuk bahasa dan berpikir abstrak dan diganti namanya menjadi korteks asosiasi. Masyarakat awam juga mengambil pernyataan ilmuan kalau mereka belum mengetahui dengan pasti fungsi dari 90% bagian otak, lalu dijadikan seolah fakta bahwa 90% ini berarti tidak berfungsi. Akhirnya ada juga yang mengklaim kalau Albert Einstein yang bilang bahwa kecerdasannya hanya berasal dari 10% bagian otaknya. Walau begitu, tidak ada bukti kalau Einstein pernah mengatakan demikian.

Mitos               : Lebih Baik Marah daripada Ditahan
FAKTA           : Dalam sebuah survey, 66% mahasiswa percaya kalau lebih baik membiarkan marah itu lepas (katharsis) ketimbang menahannya, karena dapat mengganggu kesehatan. Film Anger Management tahun 2003 juga menyebarkan keyakinan ini dengan menyarankan seorang tokoh memukul bantal atau tas sebagai penyaluran kemarahan. Bahkan ada juga psikolog yang menyuruh kliennya berteriak atau melemparkan bola ke dinding saat mereka marah. Sayangnya, keyakinan ini sama sekali tidak didukung bukti ilmiah apapun kalau hal tersebut memang dapat meredakan agresi. Malahan hal tersebut justru akan meningkatkan agresi. Lebih jauh lagi, bermain sepakbola juga dapat meningkatkan agresivitas baik pemain maupun suporter.

Mitos                  : Penyebab utama masalah kejiwaan adalah Kepercayaan Diri yang Rendah
FAKTA           : Mitos ini juga dimunculkan oleh para motivator berpikir positif. Sebuah buku, Self-Esteem Games, memuat 300 aktivitas untuk membantu anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, seperti mengulang-ulang afirmasi positif yang menekankan keunikan mereka. Walau demikian, penelitian menunjukkan kalau kepercayaan diri tidak berhubungan kuat dengan kesehatan mental yang lemah. Dalam penelitian komprehensif  oleh Roy Baumeister et al yang meninjau lebih dari 15 ribu studi mengenai kepercayaan diri ke segala jenis variabel psikologi. Mereka menemukan kalau kepercayaan diri kecil sekali hubungannya dengan kesuksesan hubungan antar manusia, dan tidak berhubungan dengan pasti pada penyalahgunaan obat-obatan. Lebih jauh, mereka menemukan kalau kepercayaan diri berhubungan positif dengan prestasi di sekolah, tapi hubungan interaktif ini lebih condong pada prestasi di sekolah. Artinya, pengaruh prestasi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan diri lebih kuat daripada pengaruh kepercayaan diri terhadap prestasi di sekolah. Fakta yang paling mengesankan adalah kepercayaan diri yang rendah tidak perlu dan tidak cukup untuk menyebabkan depresi.

Mitos                : Ingatan Manusia bekerja Seperti Kamera Video
FAKTA           : Sudah jelas hal ini adalah mitos. Terlalu sering anda atau orang lain disekitar anda lupa akan sesuatu. Tapi 36% orang percaya kalau otak dapat merekam pengalaman secara sempurna layaknya kamera video. Hal ini disebabkan terutama kalau seseorang lupa, ia mungkin tidak sadar kalau ia lupa. Pikirannya menjadi kreatif dan menambal ingatan yang hilang tersebut dengan ingatan lain yang entah dari peristiwa apa yang masih ia ingat. Ini menunjukkan kalau sifat ingatan bukanlah reproduktif (menyalin apa yang kita alami) tapi bersifat rekonstruktif (menambal ingatan). Para ilmuan bahkan mampu membuat subjek penelitiannya percaya sepenuh hatinya kalau sebuah kejadian fiktif yang dibuat ilmuan, benar-benar terjadi.

Mitos                 : Hipnotis adalah Kondisi Khusus yang berbeda dari kondisi sadar
FAKTA           : Keyakinan ini muncul dari film dan dunia hiburan. Tapi penelitian menunjukkan orang yang dihipnotis dapat menolak dan bahkan menentang sugesti penghipnotis terutama dalam melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsipnya seperti menyakiti orang yang mereka tidak sukai. Orang yang terhipnotis sepenuhnya dalam kondisi sadar. Pindai otak juga tidak menunjukkan adanya pola khusus di otak orang yang dihipnotis. Para ilmuan mampu membuat orang melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang dihipnotis tanpa melakukan hipnotis. Dengan kata lain, hipnotis semata merupakan sebuah prosedur diantara banyak prosedur untuk meningkatkan respon seseorang pada sugesti.

Mitos               : Alat Pendeteksi Kebohongan (Poligraf) adalah Alat yang Akurat
FAKTA           : Poligraf ditemukan tahun 1920an oleh psikologi William Moulton Marston. Alat ini pada dasarnya alat pengukur tekanan darah sistolik, karena ia percaya kalau saat orang berbohong, tekanan darah sistoliknya meningkat. Mesin ini kemudian disempurnakan dengan menambahkan pengukuran konduktansi kulit dan pernapasan. Selain hal ini belum tentu berhubungan, grafik poligraf yang dihasilkan sulit untuk dianalisa hingga sekarang. Ambil contoh, orang yang jujur tapi berkeringat banyak, dapat disalah sangka sedang berbohong. Belum lagi tidak adanya bukti kalau efek Pinokio (reaksi emosi atau fisiologi yang hanya terjadi saat seseorang berbohong) itu ada. Satu-satunya yang bisa ditunjukkan poligraf saat seseorang memakainya adalah bukti bahwa orang tersebut tegang atau tidak. Dengan kata lain, poligraf bukanlah alat pendeteksi kebohongan tapi alat pendeteksi ketegangan. Bagi para penjahat berdarah dingin dan psikopat, mereka dapat lolos dengan mudah lewat alat deteksi kebohongan ini. Dan sudah banyak orang yang tidak bersalah dihukum gara-gara mesin poligraf.

Mitos               : Dua Hal yang Berlawanan Saling Tarik Menarik
FAKTA           : Maksud dari mitos ini adalah, dua orang yang memiliki hal yang bertentangan, dapat tertarik satu sama lain. Hal yang bertentangan ini bisa saja kepribadian, keyakinan dan penampilan. Film banyak mengeksploitasi ini. Cinta antara Putri dan Si Buruk Rupa, Cinta antara Ateis dan Pendeta, Percintaan antara jenderal jahat dan peri baik hati. Hal ini diperkuat lagi oleh pendapat Harville Hendrix, Ph.D. kalau hanya mereka yang berlawanan yang dapat saling tertarik. Sebaliknya, penelitian membuktikan Hendrix sepenuhnya salah. Lusinan bukti menunjukkan orang yang sama sifatnya lah yang lebih mungkin berpasangan. Kutu buku dengan kutu buku, anak punk dengan anak emo, anggota grop facebook dengan anggota grup yang sama, dsb. Jauh lebih banyak orang yang tertarik dengan sesama sifat daripada yang berlawanan sifat. Survey juga menunjukkan kalau kesamaan sifat ini penting bagi keharmonisan keluarga. Gampangnya seperti ini, semakin sesuai pendapat seorang tokoh politik dengan pendapat kita, semakin besar kemungkinan kalau kita menyukai tokoh tersebut.

Mitos                      :  Penderita Schizophrenia memiliki Kepribadian Ganda
FAKTA           : Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Fim Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, dua penyakit ini sangat berbeda. Penderita MPD memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya dalam satu waktu. Dan banyak ahli psikologi yang ragu kalau penyakit seperti ini benar-benar ada. Schizophrenia sebaliknya, memiliki fungsi psikologi yang terpisah-pisah, khususnya emosi dan berpikir. Bagi orang normal, apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang akan berhubungan erat dengan apa yang kita rasakan dan pikirkan beberapa saat lagi. Tapi bagi penderita Schizophrenia, pikiran dan emosi tersebut dapat berubah begitu cepat dan ekstrim. Kepribadiannya tetap sama, hanya saja emosi dan pikirannya yang tidak terprediksi. Akibatnya orang skizophrenia justru memiliki resiko rendah melakukan bunuh diri, mengalami depresi, ketakutan, penyalahgunaan narkoba, pengangguran dan tuna wisma. Wajar saja, bila sekarang ia merasa begitu sedih beberapa saat lagi ia menjadi sangat senang. Bagi orang normal, sekarang ia merasa begitu sedih, beberapa saat lagi mungkin ia akan bunuh diri atau depresi. Seperti kata Irving Gottesman, “penyalahgunaan istilah schizophrenia dalam merujuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat, pasar saham atau ketidak sesuaian sesuatu dengan harapan seseorang tidaklah sama dengan masalah kesehatan umum dan penderitaan dengan penyakit paling sulit dipahami dari pikiran manusia ini.”

Mitos                 : Bulan Purnama Menyebabkan Kegilaan dan Kejahatan
FAKTA           : Mitos ini sudah sangat purba. Ia berasal dari masa saat manusia belum memiliki lampu listrik. Akibatnya orang senang saat malam hari terang oleh purnama. Mereka lebih aktif daripada malam biasa yang gelap. Sekarang hal tersebut sudah tidak teramati lagi, karena setiap rumah memiliki listrik dan tidak terlalu banyak orang terlalu memperhatikan bulan. Legenda dari Yunani Kuno dan Abad Pertengahan mengatakan adanya manusia serigala, vampire, dan monster menyeramkan saat bulan purnama. Tapi beberapa pihak mengklaim kalau kebiasaan ini tertanam secara tidak sadar pada diri manusia. Tahun 1985, dua psikolog memeriksa semua bukti penelitian yang ada mengenai pengaruh bulan, dan tidak satupun ada bukti kalau bulan berpengaruh pada kejahatan, kecenderungan bunuh diri, masalah kejiwaan, jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa atau telpon darurat. Penelitian lebih modern juga membantah adanya hubungan antara bulan purnama dengan bunuh diri, orang yang masuk rumah sakit jiwa, orang yang masuk UGD, dan gigitan anjing.

Mitos                 : Banyak Kriminal Berhasil Membela Diri dengan Mengaku Gila
FAKTA           : Setelah memberi pidato tanggal 30 maret, 1981, Presiden Ronald Reagan muncul dari hotel Washington Hilton. Beberapa detik kemudian, enam tembakan terdengar. Satu mengenai agen rahasia, satu polisi, satu sekretaris James Brady dan satu mengenai presiden sendiri. Sang penembak adalah pria berusia 26 tahun bernama John Hinckley, yang jatuh cinta dengan artis Jodie Foster dan yakin kalau dengan membunuh Presiden, Foster akan tergugah dan jatuh cinta padanya. Tahun 1982, saksi ahli psikologi berdebat mengenai apakah Hinckley bersalah atau tidak karena alasan gila. Akhirnya juri memutuskan kalau Hinckley gila. Keputusan juri memicu protes publik. Pooling ABC menunjukkan 76% rakyat tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dan dari sini mulailah mitos kalau dengan alasan gila, banyak penjahat yang berhasil lolos dari penjara. Mitos ini semakin diperkuat oleh film-film action yang menunjukkan antagonis pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Namun keyakinan ini sama sekali salah. Data menunjukkan kalau pengajuan alasan gila di pengadilan berada di bawah 1%. Dan dari semua pengajuan ini, hanya 25% saja yang diputuskan memang gila. Lebih parah lagi, orang yang dinyatakan gila di pengadilan akan dikirim ke rumah sakit jiwa dan disana mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 tahun sebelum diputuskan apakah ia harus ditahan lebih lama atau dilepaskan. Akibatnya bagi orang normal yang berhasil mengaku gila, tinggal di rumah sakit jiwa bisa jadi hal yang lebih menyiksa dari di penjara. Di penjara ia punya waktu yang jelas untuk bebas dan tidak perlu berpura-pura, di rumah sakit jiwa tidak.

Mitos                : Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita
FAKTA           : Otak bekerja secara totalitas sehingga tidak ada bagian otak yang tidak bekerja bagi orang yang normal. Mitos ini berasal dari psikolog William James satu abad yang lalu. Saat itu ia menulis kalau ia meragukan kalau rata-rata manusia mencapai sekitar 10% potensi intelektualnya. Dalam sebuah studi, saat ditanya “Sekitar berapa persen kekuatan otak potensial manusia yang menurut kamu dipakai sebagian besar orang?, ” sepertiga mahasiswa psikologi menjawab 10%. Dalam waktu lama, para motivator “berpikir positif” memperbesar mitos ini menjadi seolah sebuah fakta. Sebagai contoh, dalam buku How to be Twice as Smart, Scott Witt menulis “Jika kamu seperti orang kebanyakan, berarti kamu hanya memakai sepuluh persen kekuatan otakmu.” Selain itu terdapat juga daerah korteks diam yang menurut para ahli masa lalu tidak memiliki fungsi namun sekarang telah terbukti berperan penting untuk bahasa dan berpikir abstrak dan diganti namanya menjadi korteks asosiasi. Masyarakat awam juga mengambil pernyataan ilmuan kalau mereka belum mengetahui dengan pasti fungsi dari 90% bagian otak, lalu dijadikan seolah fakta bahwa 90% ini berarti tidak berfungsi. Akhirnya ada juga yang mengklaim kalau Albert Einstein yang bilang bahwa kecerdasannya hanya berasal dari 10% bagian otaknya. Walau begitu, tidak ada bukti kalau Einstein pernah mengatakan demikian.

Mitos               : Lebih Baik Marah daripada Ditahan
FAKTA           : Dalam sebuah survey, 66% mahasiswa percaya kalau lebih baik membiarkan marah itu lepas (katharsis) ketimbang menahannya, karena dapat mengganggu kesehatan. Film Anger Management tahun 2003 juga menyebarkan keyakinan ini dengan menyarankan seorang tokoh memukul bantal atau tas sebagai penyaluran kemarahan. Bahkan ada juga psikolog yang menyuruh kliennya berteriak atau melemparkan bola ke dinding saat mereka marah. Sayangnya, keyakinan ini sama sekali tidak didukung bukti ilmiah apapun kalau hal tersebut memang dapat meredakan agresi. Malahan hal tersebut justru akan meningkatkan agresi. Lebih jauh lagi, bermain sepakbola juga dapat meningkatkan agresivitas baik pemain maupun suporter.


Mitos               : Penyebab utama masalah kejiwaan adalah Kepercayaan Diri yang Rendah
FAKTA           : Mitos ini juga dimunculkan oleh para motivator berpikir positif. Sebuah buku, Self-Esteem Games, memuat 300 aktivitas untuk membantu anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, seperti mengulang-ulang afirmasi positif yang menekankan keunikan mereka. Walau demikian, penelitian menunjukkan kalau kepercayaan diri tidak berhubungan kuat dengan kesehatan mental yang lemah. Dalam penelitian komprehensif  oleh Roy Baumeister et al yang meninjau lebih dari 15 ribu studi mengenai kepercayaan diri ke segala jenis variabel psikologi. Mereka menemukan kalau kepercayaan diri kecil sekali hubungannya dengan kesuksesan hubungan antar manusia, dan tidak berhubungan dengan pasti pada penyalahgunaan obat-obatan. Lebih jauh, mereka menemukan kalau kepercayaan diri berhubungan positif dengan prestasi di sekolah, tapi hubungan interaktif ini lebih condong pada prestasi di sekolah. Artinya, pengaruh prestasi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan diri lebih kuat daripada pengaruh kepercayaan diri terhadap prestasi di sekolah. Fakta yang paling mengesankan adalah kepercayaan diri yang rendah tidak perlu dan tidak cukup untuk menyebabkan depresi.

Mitos                : Ingatan Manusia bekerja Seperti Kamera Video
FAKTA           : Sudah jelas hal ini adalah mitos. Terlalu sering anda atau orang lain disekitar anda lupa akan sesuatu. Tapi 36% orang percaya kalau otak dapat merekam pengalaman secara sempurna layaknya kamera video. Hal ini disebabkan terutama kalau seseorang lupa, ia mungkin tidak sadar kalau ia lupa. Pikirannya menjadi kreatif dan menambal ingatan yang hilang tersebut dengan ingatan lain yang entah dari peristiwa apa yang masih ia ingat. Ini menunjukkan kalau sifat ingatan bukanlah reproduktif (menyalin apa yang kita alami) tapi bersifat rekonstruktif (menambal ingatan). Para ilmuan bahkan mampu membuat subjek penelitiannya percaya sepenuh hatinya kalau sebuah kejadian fiktif yang dibuat ilmuan, benar-benar terjadi.

Mitos                 : Hipnotis adalah Kondisi Khusus yang berbeda dari kondisi sadar
FAKTA           : Keyakinan ini muncul dari film dan dunia hiburan. Tapi penelitian menunjukkan orang yang dihipnotis dapat menolak dan bahkan menentang sugesti penghipnotis terutama dalam melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsipnya seperti menyakiti orang yang mereka tidak sukai. Orang yang terhipnotis sepenuhnya dalam kondisi sadar. Pindai otak juga tidak menunjukkan adanya pola khusus di otak orang yang dihipnotis. Para ilmuan mampu membuat orang melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang dihipnotis tanpa melakukan hipnotis. Dengan kata lain, hipnotis semata merupakan sebuah prosedur diantara banyak prosedur untuk meningkatkan respon seseorang pada sugesti.


Mitos               : Alat Pendeteksi Kebohongan (Poligraf) adalah Alat yang Akurat
FAKTA           : Poligraf ditemukan tahun 1920an oleh psikologi William Moulton Marston. Alat ini pada dasarnya alat pengukur tekanan darah sistolik, karena ia percaya kalau saat orang berbohong, tekanan darah sistoliknya meningkat. Mesin ini kemudian disempurnakan dengan menambahkan pengukuran konduktansi kulit dan pernapasan. Selain hal ini belum tentu berhubungan, grafik poligraf yang dihasilkan sulit untuk dianalisa hingga sekarang. Ambil contoh, orang yang jujur tapi berkeringat banyak, dapat disalah sangka sedang berbohong. Belum lagi tidak adanya bukti kalau efek Pinokio (reaksi emosi atau fisiologi yang hanya terjadi saat seseorang berbohong) itu ada. Satu-satunya yang bisa ditunjukkan poligraf saat seseorang memakainya adalah bukti bahwa orang tersebut tegang atau tidak. Dengan kata lain, poligraf bukanlah alat pendeteksi kebohongan tapi alat pendeteksi ketegangan. Bagi para penjahat berdarah dingin dan psikopat, mereka dapat lolos dengan mudah lewat alat deteksi kebohongan ini. Dan sudah banyak orang yang tidak bersalah dihukum gara-gara mesin poligraf.

Mitos                : Dua Hal yang Berlawanan Saling Tarik Menarik
FAKTA           : Maksud dari mitos ini adalah, dua orang yang memiliki hal yang bertentangan, dapat tertarik satu sama lain. Hal yang bertentangan ini bisa saja kepribadian, keyakinan dan penampilan. Film banyak mengeksploitasi ini. Cinta antara Putri dan Si Buruk Rupa, Cinta antara Ateis dan Pendeta, Percintaan antara jenderal jahat dan peri baik hati. Hal ini diperkuat lagi oleh pendapat Harville Hendrix, Ph.D. kalau hanya mereka yang berlawanan yang dapat saling tertarik. Sebaliknya, penelitian membuktikan Hendrix sepenuhnya salah. Lusinan bukti menunjukkan orang yang sama sifatnya lah yang lebih mungkin berpasangan. Kutu buku dengan kutu buku, anak punk dengan anak emo, anggota grop facebook dengan anggota grup yang sama, dsb. Jauh lebih banyak orang yang tertarik dengan sesama sifat daripada yang berlawanan sifat. Survey juga menunjukkan kalau kesamaan sifat ini penting bagi keharmonisan keluarga. Gampangnya seperti ini, semakin sesuai pendapat seorang tokoh politik dengan pendapat kita, semakin besar kemungkinan kalau kita menyukai tokoh tersebut.


Sumber :
1. Faktailmiah.com
2. Scott O. Lilienfeld, Steven Jay Lynn, John Ruscio, dan Barry L. Beyerstein.50 Great Myths of Popular Psychology: Shattering Widespread Misconceptions About Human Nature. Wiley-Blackwell, 2009.

Minggu, 22 Februari 2015

Healthy And Clean

healthy and clean


Kehidupan tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan. Menyia-nyiakan kebersihan dapat menimbulkan bencana dalam kehidupan. Dengan hidup bersih akan menjadi pangkal kesehatan dan kecerdasan

Kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang dapat  mempengaruhi kebugaran dan penampilan tubuh,serta harta yang paling berharga yang tidak pernah bisa ditukar dengan apapun.Oleh karena itu setiap orang tentu mendambakan hidup sehat bahagia dan ingin selalu tampak sehat,bugar, dan penampilan yang bagus.

KEBERSIHAN :
Keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah, dan bau.
KESEHATAN  :
Keadaan sehat dan aman secara fisik, mental, dan sosial.

       Bersih secara fisik memang akan mendatangkan kesehatan fisik. Bahkan secara fisikpun nampak menjadi indah. Namun kebersihan dan kesehatan fisik tidak akan bermakna bila tidak diikuti dengan kebersihan dan kesehatan rohani.
Terdapat beberapa pengertian kesehatan secara umum, seperti dalam UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992, bab I pasal 1 ayat 1, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.(UU-RI No. 23, 1992 : 5).

       WHO (Wordl Health Organization) mendefinisikan : “health is defined as a state of complete physical, mental, and social wellbeing and not merely the absence of desease or infirmity” (artinya sehat adalah suatu keadaan yang sempurna dari badan, jiwa, dan sosial, bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.(Hanlon, 1969 dan MUI, 1995 : 12 dan Al-Fanjari, 1996 : 4)
Sedangkan dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah suatu hak yang fundamen bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. (Depkes. RI, 1999 : 31)
Adapun pengertian kesehatan dalam pandangan Islam tercermin dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah :
“Rasulullah S.a.w. bersabda : “Barang siapa sehat badannya, damai hatinya (jiwa) dan punya makanan untuk sehari-harinya (sosial ekonomi), maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepadanya”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Bila diamati hadits ini dengan definisi kesehatan di atas, sebenarnya mengandung arti yang sama. Sehingga pengertian sehat atau kesehatan dalam Islam adalah suatu keadaan yang sempurna dan sejahtera pada badan, jiwa, social dan ekonomi yang menjadikan dirinya produktif memelihara kehidupan dunia dan akhirat.

      Islam memandang bahwa kesehatan itu sangat penting karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Hubungan Antara  Kesehatan Fisik Dengan Kesehatan  Jiwa

Pada dasarnya manusia terdiri dari dua subsistem yaitu psikis (jiwa atau mental) dan fisik (soma atau badan). Kedua subsistem yang menyatu pada manusia ini tidak dapat dipisahkan satu dan yang lainnya. Jika salah satu mengalami gangguan maka akan berpengaruh pada bagian yang lain. Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa antara pasien yang sakit secara medis menunjukan adanya gangguan mental seperti stress, depresi, gangguan kepribadian dan lain-lain. Sebaliknya orang-orang yang dirawat karena gangguan mental juga menunjukan adanya gangguan fisik, karena itu kondisi kejiwaan atau mental sesesorang dapat mempengaruhi fungsi tubuhnya. Seperti halnya perubahan emosi seseorang mampu menambah atau mengurangi rasa sakit yang dideritanya.

Moeljono Notosoedirdjo dan Latipun dalam bukunya "Kesehatan Mental: Konsep dan Penerapan" mengatakan; Goldberg (1984) mengungkapkan terdapat tiga kemungkinan hubungan antara sakit secara fisik dan mental:
1.      Orang mengalami sakit mental disebabkan oleh sakit fisiknya. Karena kondisi fisiknya tidak sehat, dia tertekan sehungga menimbulkan akibat sekunder berupa gangguan secara mental.
2.      Sakit fisik yang diderita itu sebenarnya gejala dari adanya gangguan mental.
3.      Antara gangguan mental dan sakit secara fisik adanya saling menopang, artinya bahwa orang menderita secara fisik menimbulkan gangguan secara mental, dan gangguan mental itu turut memperparah sakitnya.
Jelaslah bahwa kesehatan fisik dan kesehatan mental saling berhubungan , artinya jika satu terganggu akan membawa pengaruh kepada bagian yang lainnya. hubungan antara keduanya sangat kompleks meskipun tidak dapat dinyatakan bahwa satu aspek menentukan yang lainnya.
Untuk menemukan keseimbangan antara jiwa dan raga atau ingin sehat lahir dan batin maka seseorang itu harus memiliki empat pilar kesehatan. Dalam bukunya "Alqur'an: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa" Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater memaparkan antara lain:
a.          Sehat secara jasmani / fisik (biologi)
b.        Sehat secara kejiwaan (psikiatrik / psikologik)
c.         Sehat secara sosial
d.        Sehat secara spiritual (kerohanian / agama)

Terkait dengan manfaat kesehatan mental dari religiusitas, Abernethy (2000) mengusulkan ada beberapa mekanisme keagamaan untuk mempengaruhi kesehatan antara lain:
1. Mengatur pola hidup individu dengan kebiasaan hidup sehat
2. Memperbaiki persepsi ke arah positif
3. Memiliki cara penyelesaian masalah yang spesifik
4. Mengembangkan emosi positif
5. Mendorong kepada kondisi yang lebih sehat

       Seharusnya hidup dengan lingkungan yang bersih mestinya sudah diajarkan sejak dini agar kelak  dewasa menjadi hal yang terbiasa. Kebersihan sudah menjadi masalah rutin dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita harus menyadari apa itu kebersihan. Bersih adalah sesuatu yang  bebas dari hal yang kotor. Jadi benda yang di katakan bersih apabila tidak ada kotoran berupa apa pun. Maka dari pengertian di atas bisa kita ketahui kebersihan berarti sesuatu hal yang harus dijaga dan dirawat dari hal-hal yang kotor yang dapat disenangi oleh kuman serta menjadi sarang penyakit. Sesuatu yang dapat menyebabkan kotor bisa berasal dari debu, sampah sisa makanan, barang-barang bekas, dan bangkai hewan. Apabila sumber kotor itu tidak di bersihkan atau di biarkan akan menjadi sarang dari berbagai penyakit.. Agar itu tidak terjadi maka kita harus terapkan hidup bersih setiap hari.

       Dalam hidup bersih terlebih dahulu yang kita lihat adalah diri kita sendiri. Apakah diri kita sudah tampil bersih? Orang yang rajin merawat badan,  berpakaian yang bersih akan tercermin juga terhadap kebersihan rumahnya dan juga lingkungan sekitarnya. Dapat juga dikatakan orang yang berpenampilan rapi dan bersih. di mana dan kapan pun  orang itu biasanya selalu menerapkan kebersihan. Dan bila orang itu berpenampilan tidak rapi dan kotor, biasanya rumah dan lingkungannya juga kotor. Untuk membersihkan badan semua orang pasti mandi yaitu membersihkan tubuh dengan air bersih dan sabun, mencuci rambut dengan shampo dan menyikat gigi dengan pasta gigi. Kemudian berpakaian, pakaian yang kita pakai seharusnya bersih dan rapi agar kita nyaman memakainya. Agar pakaian selalu bersih, sehabis dipakai harus dicuci dan di setrika. Selain kebersihan penampilan diri yang tdak kalah penting adalah kebersihan rumah karena manusia untuk bisa bertahan hidup  harus memiliki tempat tinggal yaitu rumah. Kebersihan rumah harus dirawat dengan cara merapikan dan membersihkan perabotan rumah dari debu, menyapu lantai ruangan dan dipel, menyapu halaman rumah, dan membuang sampah pada tempatnya. Merawat rumah agar tetap bersih dan rapi harus dilakukan setiap hari, sehingga rumah akan menjadi lebih nyaman dan terhindar dari sumber -sumber penyakit.

       Kalau rumah sudah terasa nyaman kita harus peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar seperti di taman, selokan atau got dan juga kali. Biasanya di selokan atau got atau juga kali paling sering kita  temukan sampah, ini akibat tangan-tangan orang yang  tidak bertanggung jawab yang terbiasa membuang sampah sembarangan. Apabila selokan atau kali tersumbat karena sampah yang menumpuk, air selokan atau kali akan tergenang dan ini akan menjadi sarang jentik-jentik nyamuk dan patalnya lagi pada saat musim hujan bisa  menyebabkan banjir. Jadi selokan atau kali harus di bersihkan agar tidak menimbulkan bencana. Sampah perlu ditangani dengan serius karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan manusia. Sampah juga bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia apabila bisa mengolahnya Misalnya sampah anorganik bisa kita daur ulang sedangkan sampah organik seperti daun kering dapat kita jadikan pupuk kompos, tidak perlu kita bakar karena dapat menyebabkan polusi udara. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan secara bergotong-royong dengan melibatkan anak-anak untuk membiasakan hidup dengan lingkungan yang selalu bersih dan sehat.

       Seperti kalimat di atas bahwa bersih pangkal kesehatan dan kecerdasan. Dengan selalu menjaga kebersihan secara tidak langsung kita telah peduli terhadap kesehatan diri dan kesehatan lingkungan. Kebersihan berguna bagi kesehatan diri kita yang tidak mudah dikunjungi penyakit. Merawat  lingkungan secara rutin juga berarti untuk mencegah sarang-sarang penyakit karena di tempat-tempat yang kotor merupakan tempat tumbuhnya bibit-bibit penyakit seperti Nyamuk Aides Agepty yang menimbulkan penyakit DB (demam berdarah). Dengan menerapkan 3M kita dapat menghentikan perkembangan nyamuk, 3M yaitu: menguras bak air, menutup tempat penampungan air dan memberi Abate, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa tergenang air. Apabila seorang warga terkena demam berdarah maka daerah itu harus di laksanakan penyemprotan, karena penyemprotan hanya dapat membunuh nyamuk dewasa dan tidak bisa membunuh jentik nyamuk. Karena itu mencegah lebih baik dari pada mengobati. Untuk orang-orang yang senang memelihara ayam juga harus bisa merawat ayamnya dengan memberi vaksin dan juga merawat kebersihan kandangnya dengan baik agar tidak tertular flu burung. Apabila itu tidak di perhatikan dan ayamnya tertular flu burung, maka ayam itu harus di bakar agar tidak menular kepada ayam lain dan manusia.

       Bila lingkungan sudah bersih dan kita hidup sehat maka yang bisa kita dapat yaitu kecerdasan, orang yang peduli terhadap kebersihan dan tahu bagaimana cara hidup sehat juga termasuk orang yang cerdas dan karena orang yang sehat mampu berpikir dan berkreativitas. Di lingkungan belajar seperti di kamar dan di sekolah kita juga harus menjaga bersih agar kita dapat belajar dengan nyaman. Maka untuk itulah kita harus menerapkan hidup bersih dan sehat agar menjadi orang yang cerdas, dan menjadi contoh bagi adik-adik generasi muda agar dari sejak dini mereka berguna di kemudian hari dan tahu betapa pentingnya kebersihan itu di kehidupan ini.

Hakikat BERSIH Dalam ISLAM

Ada pepatah yang mengatakan “kebersihan adalah pangkal kesehatan”. Artinya kebersihan itu sangat penting untuk diperhatikan karena berpengaruh terhadap kesehatan. Karena sangat pentingnya kebersihan, maka Rasulullah saw mengingatkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. Artinya orang yang beriman wajib memperhatikan kebersihan.
Begitu pentingnya kebersihan sampai-sampai dalam ibadah shalatpun dipersyaratkan untuk wudlu. Bagi orang yang berhadast kecil Rasulullah SAW mengatakan: “Tidak sah shalat tanpa wudlu”. Sedang bagi orang yang berhadats besar, diwajibkan untuk mandi junub.
Bersih secara fisik memang akan mendatangkan kesehatan fisik. Bahkan secara fisikpun nampak menjadi indah. Namun kebersihan dan kesehatan fisik tidak akan bermakna bila tidak diikuti dengan kebersihan dan kesehatan rohani.
Rusaknya bangsa ini, banyaknya korupsi di sana sini, terjadinya konflik di berbagai pelosok negeri disebabkan oleh rusak moral bangsa. Padahal nilai suatu bangsa itu terletak pada kualitas moralnya. Jasmani mereka sehat, tetapi rohani mereka tidak terawat. Hati mereka tidak bersih, sehingga rohani mereka tidak sehat.
Padahal di akherat nanti orang-orang yang datang kepada Allah dan diterima untuk masuk sorga hanyalah orang-orang yang berhati bersih. ( (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,) [QS Asy-Syu'araa' : 88-89] Bersih dari syirik, sehingga menjadi pribadi yang bertauhid.

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Bersih dari kesombongan sehingga menjadi pribadi yang tawadlu’. Bersih dari iri dan dengki sehingga menjadi pribadi yang zuhud dan qana’ah. Bersih dari benci dan dendam, sehingga menjadi pribadi yang hatinya diwarnai dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Umat Islam seharusnya lebih banyak bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahi mereka dengan agama yang sempurna. Agama yang menuntun umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan jasmani dan kebersihan rohani. Mencuci tangan, berkumur, bersikat gigi (bersiwak), mandi, memakai wangi-wangian, dan berpakaian indah telah dituntunkan oleh Rasulullah saw sejak 14 abad yang lalu.
Pernah suatu ketika di saat Rasulullah SAW memberikan khutbah Jum’ah, beliau mencium bau keringat yang menyengat. Sesudah itu beliau menganjurkan umat agar mandi sebelum berangkat berjum’at.

Bahkan Allah sendiri menuntunkan umat Islam agar memakai pakaian yang indah saat hendak memasuki masjid. (Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan) [QS Al-A'raaf : 31]

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Kalau sampai saat ini masih ada umat Islam yang tampil dekil, kotor, berpakaian lusuh, dan tidak wangi, mungkin dia sedang lupa untuk mengikuti sunnah Nabi. Pepatah Jawa mengatakan: “Ajining raga saka busana, ajining diri saka ing lati“. Jasmani kita dihargai karena pakaian yang kita pakai itu indah, serasi, bersih, rapi, dan wangi. Sedangkan pribadi kita dihargai karena tutur kata yang kita ucapkan itu baik, benar, dan enak didengar telinga.

Jadi, bukan badan yang bersih yang membuat hati kita bersih. Tetapi hati yang bersihlah yang menuntun kita untuk mengikuti sunnah Rasulullah saw dalam berpenampilan bersih, indah, rapi, serasi, dan wangi. Kita sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah SWT hendaknya selalu mensyukuri nikmat yang telah diberi, terutama nikmat kesehatan. Yaitu dengan menjaga dan merawatnya, seperti melakukan olah raga rutin.Kita juga perlu menjaga kesehatan kita. Dimana kondisi fisik sangat berperan terhadap ibadah-ibadah kita.Wallahu a’lam bishshawab